Detik-Detik Krusial Terpilihnya Kepala Daerah Melalui Pemungutan Suara Ulang

  • Bagikan

Labuhanbatu, | METRO24SUMUT,- Waktu terus berjalan mendekati hari pelaksanaan PSU yang akan diselenggarakan di kabupaten Labuhanbatu dan kabupaten Labuhanbatu Selatan, Hal ini semakin membuat suhu politik kian panas. dimana hampir setiap sudut kota dan pelosok desa yang ada di kedua daerah ini selalu membicarakan pemungutan suara ulang yang rencananya akan di laksanakan tanggal 24 april ini, ” ungkap Tokoh Masyaraka Labuhanbatu Beriman Panjaitan, saat di temui awak media di Kantor Jl.SM.Raja Ujung Bandar Rantauprapat, Labuhanbatu, Selasa (20/04/ 2021).

Menurut Beriman Panjaitan.SH yang juga berprofesi Advokat ” Sebab melalui PSU Ini Masyarakat akan mengetahui siapa yang bakal menjadi pemimpin di daerah mereka nantinya, meskipun pagelaran Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada ini terjadi di bulan Ramadhan semoga minat masyarakat untuk ikut serta tetap tinggi karena hal ini akan menentukan nasib daerah kedepannya, di samping Potensi pelanggaran terutama politik uang, dikhawatirkan marak menjelang pemungutan suara ulang (PSU) pemilihan kepala daerah nanti,” ucap beriman, sebagai ajang jor-joran dan adu kuat para kandidat di PSU.”

Untuk itu Dia meminta kepada para penyelenggara Pilkada dan aparat penegak hukum untuk mengantisipasi adanya politik uang tersebut dengan meningkatkan kewaspadaan dalam mencegah dan menindak jika nanti terjadi pelanggaran-pelanggaran yang berpotensi mencederai Pilkada. “sebab Mengingat, semakin kecilnya ruang lingkup wilayah pemungutan suara, maka akan semakin tinggi pula potensi pelanggaran yang akan terjadi,” tuturnya.

Mantan Ketua Gamki Labuhanbatu ini Minta untuk Tegas menindak pelaku Politik Uang Jelang PSU Pilkada, ia juga meminta pada penyelengara PSU guna memetakan wilayah Wilayah yang diangap rawan akan kerusuhan ataupun rawan pelanggaran, dengan menempatkan anggotanya sebagai upaya dalam menjamin keamanan serta kesuksesan penyelenggaraan PSU.

“Meminta komitmen jajaran penyelengara yang menggelar PSU untuk tidak mengendurkan kewaspadaan, khususnya terus melakukan pengawasan terhadap praktik politik uang saat PSU yang bisa saja terjadi nantinya,” pintanya.

“Diharapkan penyelenggara tidak tebang pilih untuk menindak kandidat yang melanggar peraturan, mengingat pelaksanaan PSU akan berlangsung saat Ramadhan yang artinya kegiatan keagamaan rentan dijadikaan alasan demi kepentingan politik,”tutupnya.(AS)

  • Bagikan