Pujakesuma Labuhanbatu Yakin Akan Terpilih Pemimpin Baru Yang Amanah Di PSU Labuhanbatu

  • Bagikan

Labuhanbatu, | METRO24SUMUT.COM,- Pemungutan Suara Ulang di 9 TPS yang tersebar di wilayah Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, tinggal menghitung hari, hal ini di ungkapkan Sumarno SE, MM didampingi pengurus lainnya kepada Media di Kantor Sekretariat Pujakesuma Labuhanbatu, Jalan Gelugur Rantauprapat, Selasa (20/04/2021)

Sumarno menambahkan “Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang akan dilaksanakan ini bertepatan pula dengan Bulan Suci Ramadhan pada tahun ini, tepatnya 24 April 2021, ia yakin nantinya dalam pemilihan kali ini akan yang di anugerahi pemimpin yang amanah”.

“Pemimpin yang akan memahami bahwasanya tugas dan kewajibannnya adalah sebagai pelayan masyarakat.” hal ini bisa menjadi Momen yang baik karena di laksanakan pada Bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah.

ditambahkannya dengan harapan bahwa yang akan terpilih nanti adalah pemimpin yang benar-benar amanah dan memiliki jiwa sebagai negarawan.

Pasca Putusan Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Kepala Daerah oleh, Mahkamah Konstitusi (MK) agar dilakukan Pemilihan Suara Ulang (PSU) terhitung sejak putusan disampaikan, hal ini merupakan suatu peluang Yang cukup besar kepada para calon yang akan bertarung di pemungutan suara ulang sebagai jalan yang paling menentukan untuk menjadi pemenang untuk memimpin di kabupaten yang kita cintai ini, namun sesungguhnya hal yang paling penting adalah semoga PSU yang akan terlaksana, jangan sampai membuat hal hal yang dapat menjadi pemicu perpecahan dan rusaknya tatanan persatuan dan persaudaraan yang ada di tengah-tengah masyarakat Labuhanbatu karena perbedaan Pilihan.

Karena Kita mengharapkan nantinya akan terpilih Pemimpin yang banyak melayani; dan lebih banyak memberi bukti kepada masyarakat nantinya.

Sebagai rakyat kita pasti menginginkan para pemimpin atau pejabat pemerintah daerah agar menjadi pemimpin yang amanah, harus jujur, bijak dan adil, selalu membela kepentingan rakyat, bertaqwa dan berbagai tuntutan lainnya.

Pemimpin harus baik, Berarti kebijakan pemimpin harus benar-benar pro rakyat, bertujuan untuk kemajuan dan kemakmuran rakyatnya.

Pemimpin harus benar-benar peduli terhadap hal yang bisa merusak masyarakat, baik secara aqidah, akhlak, ekonomi, sosial, dan sisi-sisi lainnya. yaitu rasa peka atas kesulitan rakyat yang ditunjukkan dengan kemampuan berempati dan simpati kepada pihak-pihak yang kurang beruntung.

Secara kejiwaan, empati berarti kemampuan memahami dan merasakan kesulitan orang lain. Rasa empati pada gilirannya akan mendorong lahirnya sikap simpati, yaitu ketulusan memberi bantuan, baik moral maupun material, untuk meringankan penderitaan orang yang mengalami kesulitan.

Semangat dan perjuangan yang sungguh-sungguh, agar daerah yang dipimpinannya meraih kemajuan, kemakmuran, dan kesejahteraan.

Harapannya mereka yang nantinya terpilih itu dapat dipercaya untuk menjadi pemimpin untuk meneruskan kasih sayang Allah dan Rasul-Nya itu dengan cara mencintai dan mengasihi orang lain, khususnya masyarakat yang dipimpinnya, ujar ketua pujakesuma ini.(AS)

  • Bagikan