Tak Mampu Bayar, Pasien RS Bina Kasih Medan Gadaikan Emas Famili

  • Bagikan

MEDAN, Metro24sumut.com| Seorang wanita, Pasien dirumah Sakit Bina Kasih Medan Sumatera Utara, tidak mampu membayar tunggakan biaya operasi persalinannya. Akibatnya pihak keluarga pasien panik dan berusaha meminjam emas milik sanak familinya untuk dijadikan jaminan agar pasien bisa pulang.

Menurut keterangan pihak keluarga pasien, pihak Rumah Sakit Bina Kasih meminta syarat jaminan jika tidak bisa melunasi bon tagihan mereka. Akibatnya pihak keluarga pun berinisiatif mencari surat tanah untuk dijadikan jaminan, namun tidak membuahkan hasil.

Akhirnya setelah bersusah payah dapatlah dipinjam berupa emas, untuk di gadaikan sementara waktu, Yaitu terdiri dari gelang, cincin dan kalung dengan berat 4,3 gram, 10 gram, 12 gram.

Dikatakan Riski Isnanda (23) biaya operasi isterinya Dedek elivia (22) terhitung sampai pertanggal 10 Mei 2021 yang di rawat inap di rumah sakit Bina Kasih sudah mencapai kisaran total 27 juta rupiah.

Hal ini pun sangat memberatkan buat kedua pasutri tersebut, mengingat kondisi keluarganya yang masih tergolong Pra-sejahtera. Ditambahkan Riski bahwa BPJS Isterinya sudah tidak aktif lagi pada bulan Agustus 2020 silam, ujarnya.

“BPJS isteri saya sudah tak aktif, saya Coba ajukan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang saya miliki tapi tak bisa. Isteri saya dulu menggunakan BPJS dari perusahaan dia bekerja” Katanya sembari menunjukkan kartu KIS digenggamannya, Senin (10/05/2021).

Hal ini dikatakan Riski Isnanda warga Suka Jadi, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang Sumatera Utara ini, bahwa berawal dari isterinya dibawa ke klinik bidan Rina untuk proses lahiran anaknya pada tanggal (7/5), tetapi dikarenakan tensi naik dan kejang – kejang lalu Bidan berinisiatif membawa ke mobil ambulans, untuk di rujuk ke RS Bina Kasih ungkapnya.

Sesampainya di Rumah Sakit, Petugas Rumah Sakit meminta uang muka (DP) 5 juta rupiah, namun keluarga pasien hanya memiliki uang sebanyak 2 juta rupiah.

“Pertama di minta pihak Rumah Sakit uang muka (DP) 5 juta Rupiah, tapi karena gak sanggup bayar, kami kasihlah 2 juta Rupiah barulah ditangani” Sebutnya.

Dikonfirmasi terpisah pihak RS Bina Kasih Eka Lesin Saragih mengatakan bahwa pasien tersebut benar rujukan dari klinik, akan tetapi pihak RS meminta DP dulu baru ditangani itu tidak benar, ungkapnya.

Dipertengahan sesi konfirmasi datang
Direktur Operasional Rita Ginting, dengan nada menghardik “kenapa bawa -bawa Wartawan kemari” hardiknya, lalu ditimpali wartawan yang meliput, bahwa kehadiran Wartawan sedang dalam posisi bekerja dan untuk mencari berita.

Rina mengatakan sudah memberikan kelonggaran, bukan begini caranya kalau mau cari jalan keluar sebutnya lagi. Ia pun mengklaim bahwa sudah dikasih waktu kepada pasien untuk mengurus BPJS jika tidak memiliki uang kata dia.

Lebih lanjut dikatakan Rina bahwa Ia telah memberikan dua opsi, yaitu meninggalkan anggunan berupa surat harta benda sebagai jaminan, lalu dicicil biaya operasi pasien atau mencoba mendiskusikan ke pihak Pemerintah Deliserdang, siapa tau ada anggaran Pemerintah.

“Diskusikan kepada pihak Pemkab DS mana tau ada anggaran pemerintah, Atau cicil pembayaran tapi harus ada jaminan,” Ujar Rita Ginting. (Jhon Sinaga)

  • Bagikan