Mensos Temukan Pungli, Polres Tanggerang Kota Panggil 5 Orang KPM PKH

  • Bagikan

Tanggerang, Metro24sumut.com| Polres Metro Tangerang Kota menindaklanjuti temuan adanya pungli dalam program pemberian bansos Kemensos. Total ada 5 warga yang telah dimintai keterangan oleh polisi.

“Kita melakukan wawancara terhadap 5 warga penerima bansos PKH (Program Keluarga Harapan) di wilayah Kelurahan Karang Tengah,” kata Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rachim, Jumat (30/7/2021).

Penelusuran ini berawal dari curhatan warga saat kunjungan Mensos Tri Rismaharini ke Karang Tengah, Kota Tangerang pada Rabu (28/7/2021) kemarin.

Saat itu seorang warga mengeluhkan adanya pungutan liar hingga pemotongan bansos.

Polisi kemudian menindaklanjuti temuan itu. 5 orang yang telah diklarifikasi diketahui berprofesi sebagai ibu rumah tangga, buruh cuci, pedagang asongan, hingga pedagang ikan keliling.

Mereka telah memiliki kartu keluarga sejahtera. Namun, baru 4 orang yang menerima bantuan sosial PKH sejak tahun 2018-2020 sebesar Rp 600 ribu/3 bulan.

“Salah satu warga sejak ditetapkan sebagai penerima PKH pada tahun 2017, baru 1 kali menerima bantuan PKH,” ungkap Rachim.

Bukan hanya itu, polisi menemukan adanya dugaan pemotongan nilai bansos sebesar Rp 100 ribu.

“Pada tahun 2021 penerima bantuan PKH, salah satunya ada menerima bantuan hanya menerima Rp 500.000/3 bulan. Dari 5 warga tersebut menyebutkan bahwa pendamping PKH di wilayahnya yaitu Maryati dan M. Aminullah,” katanya.

“Kita masih tahap klarifikasi. Nanti akan kita sampaikan perkembangan kedepan,” jelasnya,.

Diketahui, Mensos Tri Rismaharini terkejut mendapati ada penerima bansos di Karang Tengah, Kota Tangerang dimintai uang kantong kresek hingga pemotongan uang.

Risma pun meminta masyarakat penerima bansos untuk menolak jika diminta pungutan dalam bentuk apa pun.

Seorang penerima bantuan BPNT, Maryanih, mengaku diminta uang kresek oleh pihak tertentu, serta harga barang komponen yang diterima tidak genap Rp 200 ribu per bulan.

“Tadi sudah dihitung oleh Bapak yang dari Satgas Pangan/Mabes Polri harga dari komponen yang diterima hanya Rp 177 ribu. Jadi ada Rp 23 ribu diambil, coba bayangkan Rp 23 ribu dikali 18,8 juta,” ujar Risma geram. (Source: Detik)

  • Bagikan