Tinggal di Tanah Pemda Atap Rumah Ibu Pitri tembus Langit

  • Bagikan

SERGAI, Metri24Sumut.com |        Tinggal di tanah milik Pemda, Pitriani (37) warga Desa Sialang yang bertempat tinggal tak jauh dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI), di Dusun II Desa Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, sangat butuh perhatian. Khususnya Pemerintah, terkait kondisi rumah tempat tinggalnya yang saat ini terlihat beratapkan tembus langit.

Pantauan awak media,Rabu (4/8/2021), Sore di lokasi. Tampak Sebuah Rumah berdinding tepas bambu dan beratapkan rumbia dengan kondisinya atap berlubang lubang sehingga tembus langit

Pitriani didampingi suami dan 2anaknya mengaku, kepada Metro24Sumut.com sebelumnya, Ia dan suami pernah tinggal di Dusun III Desa Sialang Buah, menempati rumah sendiri di tanah warisan orang tua.Dan rumah yang ditempatinya juga terbuat dari tiang bambu, serta batang kelapa dan beratapkan rumbia dengan ukuran 4 X5. Namun rumah itu pun saat ini sudah hancur di makan usia dan rata dengan tanah.

Karena suami saya hanya seorang nelayan pencari kerang sambungnya, kami pun tak mampu untuk memperbaiki rumah tersebut, sehingga saya dan suami memutuskan pindah dan membuat rumah dengan upaya mencicil bahan nya satu persatu di atas tanah Pemda.

” Walaupun berlantai papan,berdinding tepas dan beratapkan Rumbia pada saat 6 tahun yang lalu di dirikan bisa kami tempati. Sekarang ini, rumah ini sudah mulai rapuh dan atapnya hancur sehingga bila hujan turun air pun jatuh menetes langsung ke lantai. Belum lagi lanjutnya, kebutuhan semakin meningkat ekonomi pun sulit di masa pandemi Covid-19. Sehingga tak mampu mengqantiya apalagi, suami saya hanya seorang nelayan kecil pencari kerang yang penghasilan tak mencukupi” bilangnya.

Pitriani pun mengatakan,kalau penghasilan suaminya sebagai nelayan pencari kerang tak cukup untuk makan sehari-hari. Oleh karena itu, ia pun ikut membanting tulang mencari upah dengan mengupas kerang di dekat tempat tinggalnya agar anak anaknya dapat mengenyam pendidikan melanjutkan sekolah.

Selain itu, ungkap ibu yang akrab di panggil Pitri, tak pernah mendapat bantuan apa pun dimasa pandemi covid-19 ini dan dirinya, sekeluarga tak mempunyai BPJS, Kesehatan.

” Anak saya ada 2 orang yang pertama seorang laki-laki dan saat ini duduk di bangku SMA dan yang kedua seorang perempuan yang sedang duduk di bangku SD. Karena itu saya mohon perhatian pemerintah apa lagi di masa sulit ini,” ujarnya.

Ibu Pitri pun berharap dan sangat merindukan bisa memiliki rumah  tempat tinggal di tanah miliknya sendiri sehingga tak lagi kuatir bila terjadi penggusuran di tanah Pemda.

Terkait adanya program bantuan rumah layak huni dari Pemerintah maupun dari Donatur, ia pun berharap mendapatkan perhatian pemerintah dan donatur.

” Saya hanya mendengar dan melihat banyaknya bantuan pemerintah yang disalurkan, baik bantuan Program pembangunan rumah layak huni dan bantuan lainnya dari Pemerintah Pusat maupun Kabupaten, dan Desa untuk masyarakat.Tapi, saya sangat berharap mendapatkan bantuan rumah program Pemerintah maupun dari donatur untuk tempat tinggal kami. “Semoga Allah dapat mengabulkan Doa impian kami sekeluarga memiliki Rumah Layak Huni,” Amin ucapnya dengan sedih.(*)

  • Bagikan