Sakit Hati Merasa Dianak Tirikan, Pelaku Nekat Bunuh Ayah dan Adik Kandung

  • Bagikan

Medan, Metro24sumut.com

Istri Korban sekaligus ibu kandung pelaku, Hj. Eriyani Ners melaporkan peristiwa pembunuhan yang dilakukan anak kandungnya, inisial MAK (20) terhadap Ayah dan Adik kandung yang tewas bersimbah darah di di dalam rumah di Jl.T.Amir Hamzah Gg Pribadi No.43 Lk X B Kel.Sei Agul Kec.Medan Barat pada Sabtu (28/8/21) sekira pukul 19.00 Wib kemarin.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko didampingi Plt Kapolsek Medan Barat, AKP Tina  mengungkap kasus pembunuhan tersebut dengan motif sakit hati, dan bagi pelaku MAK diberi sanksi Pasal 340/338sub 351ayat 3 KUHP.

“Motif sakit hati merasa dianak tirikan” ungkap Kapolrestabes Medan. Selasa (31/8/21).

Dijelaskannya, Identitas Korban Ada 2 Orang yakni S (50) selaku Orang Tua, Ayah pelaku dan RS (21) selaku Abang Pelaku.

” Sugeng mengalami luka serius dibagian perut, dada sebelah kiri atas, 3 luka tikam dipinggang, tangan sebelah kiri, 1 tusukan di punggung sebelah kiri dan 1 luka tikam di bagian kaki sebelah kiri” ujar Riko.

Sementara RS yang merupakan Abang Pelaku mengalami luka robek didagu, 15 luka tikam di bagian perut dan dada.

“Keduanya tewas dengan luka parah akibat tusukan benda tajam berupa  2 (dua) bilah pisau.” sebut Riko

Pelaku diamankan berikut barang bukti 2 bilah pisau, pakaian pelaku, pakaian korban dan helm.

Dijelaskan Kapolrestabes, Riko Saksi, ANZ (18) yang  merupakan adik pelaku mengetahui saudara dan ayah kandungnya dibunuh langsung berteriak meminta tolong bahwa abang (RS) dan orang tuanya (S) telah dibunuh oleh abang kandung (MAK) menggunakan pisau,  dan usai melakukan perbuatannya pelaku  menyembah ibunya seusai membunuh kedua korban.

Mengetahui kejadian itu, warga yang merupakan tetangga korban dan pelaku menginformasikan ke pihak Polsek Medan Barat.

Saksi ANZ, mengatakan bahwa pada hari Sabtu tanggal 28 agustus 2021 sekitar pkl. 17.30wib pelaku sampai di rumah setelah menjemput ibunya dari kerjaan, kemudian setelah beberapa menit kemudian pelaku menyediakan minuman kepada anggota keluarga.

Namun ANZ merasa aroma minuman yang dihidangkan tidak enak dan lalu bertanya kepada pelaku tentang minuman tersebut dan pelaku mengatakan” minum aja enak itu choklatos” kemudian saksi bersama ibu dan adik perempuan masuk ke dalam kamar.

Tak lama kemudian sekitar magrib terdengar suara jeritan ayahnya kemudian saksi bersama ibu dan adik keluar dari kamar dan melihat pelaku telah menusuk ayahnya kemudian saksi keluar dari rumah untuk meminta tolong kepada warga.

“Sempat pelaku mengacam saksi dan warga dan lalu pelaku menarik saksi, ibu dan adiknya menyuruh masuk ke dalam kamar.” Tambah Riko.

Lalu pelaku berlutut dihadapan ibunya dan meletakkan pisau, saat itulah pisau tersebut di sembunyikan oleh ibu pelaku.

Kemudian saksi ANZ bersama ibu dan adik keluar dari kamarnya dan melihat korban lain (AS)  juga telah ditusuk dan meninggal di tempat tidur korban.

Sementara pada hari kejadian itu,  sekitar pkl.09.00 Wib pelaku membeli pisau ke pajak sukarame 2 buah seharga Rp.60.000, kemudian pisau tersebut disimpan pelaku di lemari.

“Adapun pelaku mengaku pisau tersebut digunakan untuk bunuh diri, kemudian sekitar pkl. 18.00 Wib pelaku mengaku membuat minuman untuk keluarganya, dan tak lama kemudian pelaku mengambil pisau dan menenteng pisau tersebut.” Jelas Riko lagi

Kemudian tanpa sadar pelaku menghampiri korban (ayah) yang berada di teras lalu menikam korban dibagian leher dan perut.

Pelaku mengaku bahwa korban (RS) sempat melempar pelaku dengan helm namun tak kenak, maka mengejar korban dan langsung menikam korban di bagian dada dan perut sampai beberapa kali didalam kamar.

Selanjutnya pelaku masuk ke dalam kamar ibunya dan bersujud serta menjatuhkan pisau tersebut dan ibu pelaku meyimpan pisau itu, tutup Riko. (Evi)

  • Bagikan