Korban Cabul di Kecamatan Teluk Mengkudu Alami Trauma, Ayah Korban Minta Terduga Pelaku di Tangkap

  • Bagikan

SERGAI,Metro24Sumut.com |        Dugaan pencabulan di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara diduga kembali terjadi. Aksi Dugaan pencabulan ini dialami seorang anak berinisial MA (9) warga,Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Sergai.

Informasi yang dihimpun wartawan dugaan pencabulan terhadap korban MA dilakukan oleh tetangganya sendiri yang tinggal tak jauh dari rumah korban yang berinisial MS (39) yang berprofesi sebagai guru honorer.

“Pertama kali kami dengar dari kawan anak saya ini, pada tanggal 26 Juli 2021. Bahwa anak kami ini sering diraba-raba pada bagian dada dan organ kemaluannya oleh terduga pelaku,” ujar MA (39) ayah korban, kepada Metro24Sumut.com Selasa (7/9/2021), Pagi.

Ayah korban mengatakan, terduga pelaku terakhir melakukan dugaan pencabulan terhadap korban MA pada 24 Juli 2021.

“Saat kami tanyakan sama anak kami, anak kami ini mengakuinya. Saya tanyakan di apainya, diremas-remas dan diraba-raba serta dipegang kemaluannya. Tapi itu anak kami ini takut bilang sama ibunya,” bilang ayah korban.

Menurut Ayah korban putrinya itu pernah dibawa ke kamar, direbahkan terus lari karena takut. Terduga pelaku ini melakukan aksinya di rumahnya sendiri,” sambungnya.

Saat mengetahui kejadian tersebut, ayah dan ibu korban kemudian melaporkan ke kepala dusun.

“Kami, sempat dilakukan mediasi ke kantor desa pada Rabu, 28 Juli 2021. Terduga pelaku mengaku dan tidak sengaja dan merasa khilaf saat di mediasi,” ujar ayah korban.

Merasa bersalah, terduga pelaku bersama istrinya juga sempat menyembah dan minta maaf kepada orang orang tua korban.

Namun, orang tua korban tetap akan melanjutkan kasus ini ke jalur hukum agar perbuatan asusila yang dilakukannya tidak terulang kembali.

Setelah mediasi tersebut, orang tua korban langsung mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sergai sesuai Laporan Polisi nomor: LP/B/505/VII/2021/SPKT/POLRES SERGAI/POLDA SUMUT Sergai tanggal 30 Juli 2021, tentang dugaan tindak pidana melakukan perbuatan cabul terhadap anak.

Pada tanggal 2 Agustus 2021, orang tua korban menerima surat perihal Pemberitahuan Perkembangan hasil penelitian laporan sesuai nomor: B/505/VIII/RES.1.24/2021.

“Sering dipanggil ke Polres Sergai saat mendengarkan para saksi, namun mereka semua bantah bahwa tindakan asusila tidak benar. Terduga pelaku sering dipanggil dan sekali mangkir karena alasan ayahnya sakit, padahal ada di rumah,” ujar ayah korban.

Sementara itu,ayah korban menyatakan bahwa putrinya sejak kejadian dugaan pencabulan tersebut mengalami trauma psikis. Walaupun dalam hasil visum memang tidak mengalami kerusakan pada alat vital.

“Terduga pelaku menggunakan jasa oknum pengacara. Kami butuh keadilan, dan dia udah bersalah harus diusut tuntas sesuai hukum dan undang- undang yang berlaku di Indonesia,” pinta ayah korban.

“Saya juga mengapresiasi kepada Polres Sergai yang telah serius dalam melakukan penanganan dan penyelidikan kasus pencabulan terhadap anak. Karena kami menduga korban lebih dari satu, kami khawatir bila yang diduga pelaku tidak di proses hukum akan ada korban selanjutnya,” tutup MA ayah korban . (*)

  • Bagikan