Siswa di Hantui Kekhawatiran, Gedung Sekolah SDN 105413 Di Sergai Rusak Parah

  • Bagikan

SERGAI, Metro24Sumut.com |        Ruang kelas SDN 105413 mengalami kerusakan cukup parah. Hal ini merupakan Potret buram dunia pendidikan masih saja terjadi di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara.

Pantauan Wartawan di lokasi, Kondisi sekolah ini sangat memperihatinkan hingga kondisi keadaannya rusak parah dan nyaris ambruk, tulang tulang kayu bangunan sudah lapuk Keropos dimakan usia dengan dinding penutup dari asbes.Sementara langit langit Bangunan dari bilik kayu yang sudah rapuh dan bolong bolong.

Keadaan ini pun sudah cukup lama namun tidak pernah ada bantuan dari Pemkab Serdang Bedagai. Sehinggah ditengah antusiasme mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM), untuk kali pertamanya selama Pandemi Covid -19, siswa SDN 105413 Desa Pergulaan Kecamatan Sei Rampah dihantui kekhawatiran.

Kepala Sekolah SDN 105413 Ringki Nadeak Spd, saat ditemui Wartawan, Jumat (16/9/2021), sambil menangis menjelaskan kondisi sekolahnya yang rusak sudah sejak lama sebelum dirinya menjabat kepala sekolah pada bulan Agustus 2018 lalu” Tutur Ringki

Ia menjelaskan jumlah siswa keseluruhan dari kelas 1 sampai kelas VI berjumlah 130 orang , kerusakan ruang kelas cukup parah terjadi di Kelas IV, dan V kayu atap seng mulai lapuk dan keropos termakan usia sehingga dikhawatirkan ambruk sewaktu waktu dan dapat membahayakan Siswa.

” Untuk yang paling parah ini kelas IV dan V , Kayu pengikat asbes sudah mulai lapuk dan keropos selain itu juga asbes juga banyak yang pecah. Kita khawatir sewaktu waktu ambruk dan menimpa murid “Tambah Ringki.

Ringki juga mengaku sudah berupaya untuk memperbaiki ruang kelas yang rusak dengan Menganti pintu kelas asbes dan seng dengan mengunakan Anggaran biaya operasional sekolah ( BOS), namun itu hanya bisa ditampung 30 persen sehingga Perbaikkan bangunan kurang maksimal” ujar Ringki

Ditambahkan Ringki selama ini dia sudah berupaya secara maksimal berkordinasi dengan Korwil Dinas Pendidikan Sei Rampah akan tetapi bantuan yang diharapkan dari dinas pendidikan Sergai juga tidak kunjung tiba.

” Kita sudah berupaya mulai buat proposal sampai dulu pak kadis Jhoni Walker berhenti dimuka sekolah ini dan melihat kondisi atap seng yang rusak lalu menelpon korwil untuk meminta saya memperbaiki atap seng dan menjanjikan akan dapat rehab tetapi tetap saja bantuan tak kunjung datang,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, lanjutnya tidak tahu apa penyebabnya tetapi herannya, sekolah lain yang masih bagus itu pula yang dapat bantuan rehab gak ngerti aku lagi bang ” Terang Ringki mengakhiri sambil menghapuskan air mata
(*)

  • Bagikan