Aktivis AGPAII Kabupaten Langkat Soroti Ujian Seleksi PPPK Dan Apresiasi KADIS Pendidikan Langkat Yang Telah Melayangkan Surat Ke KEMENPAN RB

  • Bagikan

Langkat,Metro24sumut.com|Ujian Seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( PPPK) di Kab. Langkat  telah usai.  Seleksi tersebut di laksanakan pada  tanggal 13 – 17 September 2021  di tiga tempat, yakni SMKN1 Stabat, SMKN 1 Tanjung Pura dan SMAN 1 Babalan.

Dari  1741  yang terdaftar sebagai peserta ujain,sebanyak 1678 orang  yang mengikuti ujian, dari 1678 peserta ujian hanya 18 orang  lulus Passing Grade. Padahal Formasi untuk Guru SD-SMP di Langkat  sebanyak 380 orang.

Terkait pelaksanaaan Ujian Seleksi PPPK , Jumadi, S.PdI Aktivis AGPAII ( Asosiasi Guru Agama Islam  Indonesia )(19/9) mengeapresiasi Kadis Pendidikan Langkat Dr. H. Syaiful Abdi, SE, SH, M.Pd yang telah melayangkan surat ke Kemenpan RB terkait hasil Seleksi Ujian PPPK di Langkat,  dalam surat tersebut ada tiga permohonan Kepala Dinas Pendidikan. Pertama,  Meninjau kembali keputusan MENPAN RB Nomor  1127 Tahun 2021 tertanggal 1 september 2021 (tentang Nilai Ambang batas Seleksi  Kompetensi  Pengadaan Pegawai Pemerintah  dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk Jabatan Fungsional Guru  pada instansi Daerah Tahun Anggran  2021). Kedua, Menurunkan Nilai Ambang Batas.Ketiga, Merengking Hasil perolehan Scor yang diperoleh Peserta Seleksi  dari Scor tertinggi ke terendah.

” Semoga MENPAN RB menyahuti permohonan Kadis Pendidikan Kab.Langkat” pungkas Jumadi yang juga guru di Langkat yang pernah mengajar di SD Negeri di Tanjung Pura bergaji Rp. 40.000/ perbulan diawal tahun 2000..

Menurutnya seleksi  PPPK perlu  dikaji ulang. ” para guru honorer yang mengajar di sekolah negeri ini bukan pencari kerja, seperti yang baru tamat kuliah, mereka sudah mengabdi puluhan tahun dengan gaji yang tak seberapa, mereka sudah teruji di lapangan mendidik dan mencerdaskan anak bangsa” ungkapnya.

Bahkan dia berharap adanya political will dari pemerintah untuk guru yang sudah mengabdi diatas 5  tahun, memiliki NUPTK. terdaftar di Dapodik, berusia  35 tahun keatas agar langsung diangkat menjadi PPPK.

Sementara M. Nahar, S.Pd salah satu peserta ujian mengeluhkan sulitnya soal Passing Grade dan juga kurannya waktu dalam melaksanakan ujian seksi PPPK.
” Banyak guru honor yang sudah tidak muda lagi  mengikuti ujian ASN PPPK, ada yang berumur 50 tahun lebih” pungkas pria, yang juga guru di SD Kecamatan Padang Tualang Kab Langkat.(Hr)

  • Bagikan