BBM Langkah Di Subusalam Aceh,Sopir Pada Mengeluh

  • Bagikan

Subusalam, Metro24sumut.com

Bahan bakar minyak (BBM) mulai langka di Subusalam Aceh sehingga para supir mengeluh.

Antrean panjang untuk mendapatkan BBM pun tidak terhindarkan di beberapa SPBU yang beroperasi di Subusalam.

Akibat keterlambatan pasokan BBM jenis solar yg ada di wilayah subusalam Aceh para supir truk muatan mengeluh akibat kosongnya BBM jenis solar.

Para sopir-sopir angkutan dan truck mulai memadati SPBU di daerah Subusalam Aceh.

Mereka bermaksud mengisi Kendaraannya agar bisa kembali beroperasi keesokan harinya, sebab sudah beberapa hari mereka harus menghabiskan waktu untuk mengantre demi mendapatkan BBM.

Hal ini di katakan Hardi salah seorang pengemudi expedisi yg akan mengantar barang menuju Meulaboh Aceh.

“Ya bang,akibat keterlambatan datangnya mobil tangki Pertamina pemasok BBM jenis solar kami selaku supir tidak bisa melanjutkan perjalanan menuju Meulaboh di kawatirkan minyak kami takutnya tidak sampai menuju kesana,”ucap Hardi salah seorang sopir ekspedisi kepada wartawan,Jumat (24/09/21)

Menurutnya,lanjut Hardi,dirinya terpaksa menunggu minyak masuk dari Medan baru bisa mengisi dan melanjutkan perjalanan menuju Meulaboh Aceh,”cetusnya

Hardi berharap,dalam hal ini semoga keterlambatan pasokan minyak BBM jenis solar di Aceh subusalam tidak berkepanjangan agar para supir bisa bekerja untuk menafkahi keluarganya.

Menurut salah seorang penjaga SPBU Subusalam yang tidak ingin disebut namanya, kelangkaan ini diakibatkan berkurangnya pasokan dari beberapa wilayah,Jika normalnya SPBU ini bisa menghabiskan 32 ton BBM premium dan Solar setiap harinya, maka kini pasokan yang mereka terima berkurang hingga hanya 8 ton sehari.

“Kelangkaan ini tidak hanya disebabkan oleh berkurangnya pasokan BBM, namun juga karena ketelambatan armada yang mengantarkan BBM tersebut,”ungkapnya

Lebih lanjut dikatakannya,minimnya pasokan ini menyebabkan kebutuhan warga Subusalam Aceh yang banyak berprofesi sebagai petani dan nelayan tidak terpenuhi. Tak jarang, antrean masih terlihat hingga malam hari. Padahal, kondisi ini telah dirasakan warga sejak beberapa pekan yang lalu.”tutupnya

Penulis: Dedi.Lubis

Editor: S. Turnip

  • Bagikan