Ilmuan dan Dosen Pertanian Unisla Labuhanbatu Beri Masukan Tentang Konsep Penanganan Sampah

  • Bagikan

Labuhanbatu,Metro24Sumut,com

Ilmuan dan Dosen Pertanian Unisla Labuhanbatu beri masukan tentang konsep penanganan sampah saat berdiskusi bersama para dosen pertanian Fakultas Pertanian Universitas Islam Labuhanbatu (Unisla) yang di koordinasi oleh Bapak Ir.Lihas Ritonga, MS, Sulpan Harahap,SP,MP, Surya Edy Syahputra,SP.MP dan Awaluddin Siregar,S.Pd.MP, di kampus Universitas Islam Labuhanbatu, Jalan H,M Yunus Padang Bulan, Rantauprapat, Labuhanbatu Sabtu (09/10/2021).

Dari hasil diskusi ini diperoleh konsep penanganan sampah yang baik dan benar tentang penanganan masalah sampah yang tidak pernah habis-habisnya, sehingga di dapat metode atau konsep/ pola yang baru, sesuai dengan perkembangan zaman.

Ir.Lihas Ritonga, MS selaku Dosen Pertanian Fakultas Pertanian Unisla, menyampaikan “ Selama ini penanganan sampah selalu menggunakan konsep lama, dimana sampah ini di tempatkan di TPS ( Tempat Pembuangan Sampah) yang diangkut oleh armada pengangkutan Truck untuk di buang ke TPA ( Tempat Pembuangan Akhir ), sehingga terkendala dengan tempat dimana lokasi lahan yang tepat untuk tempat pembuangan sampah ke lokasi TPA.

“ Konsep Pola Baru yang di tawarkan adalah Sampah ini menjadi Lumbung Emas yang terpendam. Sampah ini di bagi 2 jenis yaitu Sampah Organik dan Sampah An Organik. Yang pertama Sampah Organik diolah menjadi Pupuk Organik yang sangat banyak manfaatnya untuk petani menuju pertanian yang berkelanjutan, dan kedua Sampah An Organik seperti Plastik dan turunannya dikenal dengan sampah tidak terurai, Kita manfaatkan sebagai bahan dasar bangunan, misalnya untuk bahan dasar Paving Blok dan Batako,” kata Lihas Ritonga yang juga Pengamat Lingkungan Hidup Labuhanbatu.
Sehingga dengan konsep metode yang baru dan terbarukan tersebut , penanganan sampah tidak di perlukan lagi untuk penambahan TPA ( Tempat Pembuangan Akhir ). Ayo kita Dukung Program Bupati /Wakil Bupati Labuhanbatu, sesuai visi dan misinya untuk Membolo Labuhanbatu.”Ungkap Ir.Lihas Ritonga,MS yang merupakan alumni Pascasarjana UGM Yogyakarta.

Sulpan Harahap,SP,MP Dosen Pertanian Fakultas Pertanian Unisla, menyampaikan “ Konsep Program Bank Sampah, Program bank sampah merupakan suatu sistem pengelolaan sampah secara kolektif dengan prinsip daur ulang. Metode ini bisa meningkatkan nilai ekonomis dari sampah kering. Sementara masyarakat yang bertindak sebagai nasabah bank juga akan mendapat keuntungan. Mereka bisa punya tabungan yang bisa diambil sesuai kebutuhan.

” Caranya, bisa dimulai dengan mengumpulkan dan memilih sampah yang sesuai jenisnya. Misalnya, kertas, logam, kaca, dan plastik. Setelah mencapai berat minimal 1 kg, warga bisa menyetorkannya ke bank sampah terdekat. Lokasi bank sampah di masing-masing wilayah kelurahan. Sampah yang disetorkan ke bank sampah akan ditimbang oleh petugas, kemudian dicatat sesuai berat dan jenisnya. Nilai sampah yang disetorkan lalu dicatat di buku tabungan. Penyetor sampah bisa menarik uang tunai sesuai dengan saldo yang tercatat. Sampah tak selalu merugikan, bukan? Dengan sedikit usaha, kita bisa menjadikannya sumber pundi-pundi rupiah. Selain menyetorkan ke bank sampah, warga juga bisa melakukan pengelolaan sampah mandiri. Misalnya, dengan mengolahnya menjadi kompos atau melakukan konsep reduce, reuse, recycle (3R) pada sampah yang dihasilkan sehari-hari.kata Sulpan Harahap, yang juga pakar Pertanian Labuhanbatu.

Surya Edy Syahputra,SP.MP selaku Pengamat Pertanian Labuhanbatu,” Konsep Sampah Organik diolah menjadi Pupuk Organik yang sangat banyak manfaatnya untuk petani menuju pertanian yang berkelanjutan. Sehingga meningkatkan pendapatan dan perekonomian warga masyarakat dalam pembuatan pupuk kompos. Untuk meningkatkan produktivitas budidaya tanaman pekarangan menjadi apotik hidup atau dikenal dengan obat tananam desa, sehingga produk obat desa ini bisa di jual ke pedesaan.

” Untuk Sampah An Organik seperti Plastik dan turunannya dikenal dengan sampah tidak terurai, Kita manfaatkan sebagai bahan dasar bangunan, misalnya untuk bahan dasar Paving Blok dan Batako. Dimana Produk ini bisa di manfaatkan untuk pembangunan jalan desa dengan menggunakan Paving Blok yang selama ini di kenal dengan jalan rabat beton, dengan konsep ramah lingkungan, sehingga sampah plastik ini bisa di manfaatkan, karena selama ini sampah plastik sulit di uraikan mencapai hingga 100 tahun bisa terurai dalam tanah. Dengan konsep ini kita dapat mencegah pencemaran limbah beracun baik di darat, laut maupun udara, dan menciptakan lapangan kerja dan mengurangi angka penggangguran,” tutup Edi yang merupakan alumni terbaik USU Medan. (AS)

  • Bagikan