Lapak pondok Pedagang Pekan Lelo Diduga Dirusak OTK, Pemilik Lokasi Lelo: Biarlah Allah Yang Membalasnya

  • Bagikan

SERGAI, Metro24Sumut,com |    Sebanyak 4 unit pondok milik pedagang pekan minggu lelo yang berlokasi di Dusun X Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai,(Sergai), Provinsi Sumatera Utara, diduga dirusak orang tak dikenal (OTK) pada waktu dan hari yang berbeda.

Pantauan sejumlah wartawan di lokasi terlihat satu unit pondok yang beratap seng roboh yang diduga dilakukan OTK pada Selasa (12/10/2021) malam, dan terlihat sepotong besi bulat di atas atap seng pondok yang roboh tersebut.

Pemilik lahan lokasi pedagang pekan tradisional lelo Misdaini Harahap (58) warga Dusun X Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah kepada wartwan menyebutkan, sudah 4 unit pondok milik pedagang yang dirusak yang pelakunya diduga OTK.Dua unit pondok dirusak sekitar setengah bulan yang lalu,sedangkan yang dua lagi,satu unit pada Senin (11/10) malam dan satu unit lagi tadi,Selasa (12/10) malam namun siapa pelakunya kami tidak tahu, sebutnya,Rabu (13/10/2021), siang di lokasi.

“Kalau pondok pedagang itu Rusak diduga sebab OTK biarlah Allah SWT yang membalasnya,” Do’a nya .

Ketika ditanya berapa sewa pondok-pondok tersebut oleh para pedagang, Misdaini menuturkan, pondok – pondok ini mereka para pedagang yang membuat dan mendirikannya bukan kami.

‘Mereka hanya bayar uang kebersihan saja setiap pekan, yaitu setiap hari Minggu,” bilang Misdaini.

Sebelumnya, pada Minggu (10/10.2021) para pedagang sudah 4 Minggu tidak . melakukan aktivitas jualan di pekan lelo karena himbauan Protokol Kesehatan (Prokes), Covid-19 PPKM level 3 di kabupaten Serdang Bedagai dan PPKM level 4 di Kota Medan.

Namun, setelah Kabupaten Sergai turun PPKM level 2 pada hari itu para pedagang kembali akan melakukan dagangnya di lokasi tersebut, namun terjadi sedikit gejolak, sebab para pedagang tidak dibenarkan masuk ke lokasi Pekan Lelo untuk berdagang oleh pihak berkompeten di daerah ini,namun walaupun demikian dengan berbagai argumentasi yang terjadi antara para pedagang dengan pihak pihak berkompeten tersebut akhirnya mereka masuk membuka lapaknya di pondok mereka masing-masing dan masyarakat baik dari Kecamatan Sei rampah maupun kecamatan lainnya berdatangan untuk berbelanja di pekan lelo tersebut.

Sementara itu di lokasi pekan tradisional Minggu Lelo, Sekretaris Asosiasi Ikatan Pedagang Pekan Lelo (IPPL) Nita Yulinda Marpaung (35) warga Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah, pada hari Minggu (10/10) tersebut kepada wartawan mengatakan pihaknya sebagai pedagang dilarang oleh pihak berkompeten untuk berdagang di lokasi ini dan kami diarahkan untuk berdagang di pekan lelo dekat pasar Sei Rampah sana, namun kami tolak untuk pindah ke sana. Kami tetap mau berjualan di sini yang sudah ada hampir 19 tahun di pekan lelo Firdaus,jadi kami tetap tidak mau pindah, ucapnya.

“Untuk lelo ini, kami berharap kepada pemerintah untuk toleransi dong kepada kami, kami juga kan butuh makan, mengertilah kami pedagang kecil,” ujarnya mewakili suara pedagang Lelo.

Dikatakannya lagi, masyarakat pun senang banyak yang datang,karena harganya sangat ekonomis,harganya tidak mahal dan dapat dijangkau masyarakat, karena di Lelo semuanya ada yang dibutuh masyarakat, oleh karenanya saya mewakili para pedagang di pekan lelo ini pengertian dari pemerintah untuk tidak memindah kami dari lokasi pekan lelo di Firdaus ini, harapnya. (*)

  • Bagikan