Ketua Belia DMDI Langkat,Masyarakat Melayu Harus Menjaga Kekompakan Jangan Mau Dipecah Belah

  • Bagikan

 

Langkat,Metro24sumut.com|”Saya titip kepada masyarakat khususnya masyarakat Melayu yang ada di bumi langkat,maupun masyarakat umum dan para generasi puak melayu untuk bertindak lebih dewasa, jangan mudah termakan isu yang tidak jelas, terutama dari media sosial,” ujar Ketua DMDI belia langkat. 20/10/2021

Menurutnya, hal tersebut diperlukan untuk mempertahankan keutuhan masyarakat melayu dan bangsa ini. “Jangan mudah larut dalam suatu isu yang akan membawa kepada sesuatu yang tidak menguntungkan bagi kita terutama terhadap bangsa Melayu” tuturnya.

Persoalan di mintanya Ketua MABMI langkat mundur oleh salah satu oknum,dengan alasan banyak organisasi yang dipegang sekda langkat jalan ditempat diantaranya KAHMI Langkat, Pramuka dan MABMI Langkat.
Terkesan melecehkan pengukuhan pada Musyawarah Daerah (Musda) ke -VII MABMI Kabupaten Langkat, di Jentera Malay Rumdis Bupati Langkat, Stabat, Jumat (2/4/2021) lalu.
Dan alasan pernah menjabat selaku Wakil Ketua Pujakesuma Langkat, terus jadi Ketua MABMI Langkat.

Ok.Rahmat SyahPutra S.Ak,atau sering di sapa ok.tata putra mengatakan, melayu bukan sekadar etnis semata melainkan sebuah bangsa besar yang tersebar dari Asia hingga Afrika di 31 negara.

“Dari Aceh hingga Madagaskar itu adalah bangsa Melayu,” kata ok.tata putra.

Menurut dia, terjadi pengecilan bangsa Melayu dalam beberapa dekade terakhir sehingga menjadi etnis, termasuk di Indonesia sehingga dikenal dengan istilah suku Jawa, Batak, Minang dan sebagainya.

Padahal, Melayu itu sebuah rumpun bangsa yang sangat besar yang tersebar di sejumlah negara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filifina, Myanmar hingga Madagaskar yang berada di benua Afrika di 31 Negara.

Hal itu dapat dilihat dari kesamaan bentuk wajah, kulit dan bahasa yang hampir sama meski akses dan pengucapannya berbeda.

“Semua negara Asean itu Melayu. Bahkan di Indeosnea, etnis Jawa, Minang, Batak dan lain-lain juga Melayu,” Kata ok.tata putra yang juga menjabat sebagai ketua DMDI belia langkat.

Namun, kata dia, keberadaan dan kebesaran bangsa melayu itu sepertinya mengalami kondisi yang kurang menggembirakan dalam beberapa dekade belakangan ini.

Ketua DMDI belia kabupaten Langkat itu mengumpamakan kondisi tersebut seperti “batang terendam”.
Salah satu penyebab mundurnya bangsa Melayu di bumi langkat itu karena sering mengalami benturan yang dilakukan pihak-pihak atau oknum yang tidak bertanggung jawab dan tidak menginginkan bangsanya sendiri lebih darinya.

Oknum yg meminta Ketua MABMI Mundur Terkesan ada Tujuan Pribadi yg terselubung mengatas namakan Melayu & Sangat TENDENSIUS Syarat Muatan Kepentingan.

Dan Mengenai Ornamen Sudah di Anggarkan untuk direalisasi di Anggaran 2021. Jadi Itu adalah iktikat baik Pemkab untuk Menjaga Kearifan Lokal, maka seharusnya Oknum-oknum yang hanya Menggoreng-goreng isu ini harus Move on. Jangan lagi hanya membuat situasi menjadi kacau yang berujung memancing situasi Langkat menjadi tidak Kondusif.

Jangan di provokator kalau mau berjuang,perjuangkan orang-orang melayu di pesisir.
perjuangi pemakaian baju melayu di hari jum’at,, perjuangin kesenian dan budaya melayu agar tak hilang dan kalah dgn budaya kebarat-baratan.

Oknum yang seperti ini hanya mencari panggung & hanya Membuat kegaduhan Serta Jauh dari Nilai-nilai Kesantunan yang di junjung Oleh Bangsa Melayu.

Mengutip dari buku jati diri melayu,karangan datok sri zainal aka.!

Harga GARAM pada Asinnya.
Harga Manusia Pada MALUnya.
Nilai Marwah pada ADATnya.
Harga diri pada SANTUNnya.
Ujar ok.tata putra.

Ok.tata putra menilai peran Ketua MABMI langkat sangat penting untuk ikut serta aktif,sebagai jembatan masyarakat melayu dengan pemkab langkat,di karenakan Ketua mabmi langkat sebagai sekda di pemkab langkat,Selain itu, perlu juga melibatkan semua puak melayu untuk menjaga kekukuhan Melayu di bumi Langkat ini.(red)

  • Bagikan