Nyaris Bentrok Lagi, Ibu -Ibu Pedagang Pekan Lelo Gelar Aksi Nekad

  • Bagikan

SERGAI, Metro24Sumut.com |      Terjadi lagi, ratusan pedagang pekan Lelo kembali nyaris bentrok dengan puluhan petugas Satpol PP kabupaten Serdang Bedagai, (Sergai), Provinsi Sumatera Utara (Sumut),di pintu masuk pekan lelo tepatnya Didepan Kantor Fraksi PKB Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah, Minggu (31/10/2021), sekitar Pukul, 14:00 WIB.

Pasalnya, para pedagang pekan Lelo merasa kesal karena akses jalan masuk pekan Lelo pada hari Minggu kembali dihadang blokade Satpol PP. Kemudian pedagang juga menduga adanya satu mobil jenis Tronton BE 9252 AJ, yang diduga di sengaja diparkirkan pada pukul, 4,00 WIB pagi oleh seorang oknum supir yang langsung pergi dengan menaiki mobil Avanza warna putih setelah memarkirkan truk tronton tersebut.

Kemarahan pedagang Lelo pun memuncak, bersama warga sekitar para pedagang mencoba menggeser truk tronton BE 9252 AJ yang menghalangin akses masuk pasar lelo. pedagang dan masyarakat sekitar pun menggelar aksi hingga kejalan lintas.

Aksi nekad pun di lakukan pedagang yang meminta kepada pemerintah kabupaten Serdang Bedagai agar jangan menutup pekan Minggu Lelo terus di teriakan para pedagang. Sambil berupaya meminta bantuan, para pedagang itupun menghadang truk besar yang melintas dan aksi nekad ini kembali terjadi di mana beberapa ibu ibu pedagang memanjat dan naik di atas truk sambil mengibarkan bendera merah putih, dan berteriak.

“Kami mau berdagang akses jalan masuk kami di tutup, kami butuh makan juga , anak anak kami butuh makan “,

Teriak para pedagang sembari meminta bantuan untuk mendorong truk tronton yang diduga para pedagang sengaja di parkir didepan pintu masuk pekan Lelo.

Selanjutnya, tak berselang beberapa lama salah satu truk besar yang melintas di kerumunan massa pedagang dan masyarakat sekitar berhenti dan mendorong mobil tronton yang terparkir.

Dengan pengawalan ketat Satlantas Polres Sergai, para pedagang dan masyarakat sekitar ikut berjibaku mendorong mobil tronton tersebut dan akhirnya mobil tronton yang terparkir menghalangi pintu masuk Pekan Lelo sejak pukul 4 pagi berhasil bergeser. dan para pedagang pun memasuki pekan Lelo, namun satu persatu mobil dan kendaraan pedagang kembali terus dihadang, oleh satpol PP hingga membuat suasana semakin memanas, dengan nekatnya sampai personil Satpol-PP menarik blokade dan mundur dari lokasi.

Sementara di lokasi Alfian (51) warga Sei Rampah salah seorang pedagang Pekan Lelo mengatakan, Minggu lalu telah dilakukan perbincangan antara pedagang dengan Pemkab Sergai melalui Kabag Hukum, Abdul Hakim Harahap yang turun ke lokasi namun hingga kini hasilnya belum jelas.

Dalam perbincangan itu katanya, para pedagang siap mengisi dan direlokasi ke Pasar Rakyat di Sei Rampah tapi jangan hari pada hari Minggu Pekan Lelo tetap dibuka.

“Kami mau mengisi dan meramaikan untuk berjualan di Pasar yang baru itu, tapi hari Minggu biar kami di pekan Lelo dan kami jangan diganggu di sini, selain hari Minggu kami bersedia buka di sana, itu sudah usulan kami, tapi itu tidak jelas apakah disetujui atau tidak, sampai sekarang tidak ada keputusan”, kata Alfian saat diwawancarai Metro24Sumut.com

“Minggu lalu lancar akses masuk pekan Lelo kami tidak dihadang karena ada negoisasi dengan Kabag Hukum, namun nampaknya apa yang kami usulkan ke dinas kemungkinan tidak diterima dan mereka kepinginnya Lelo ditutup”, ujarnya.

Dari dulu kata Alfian dirinya sudah bertanya ke Camat meminta kejelasan, tentang ketetapan hukum dan Perda mana yang melarang mereka untuk berjualan di Pekan Lelo. Kalau ada Perda dan aturannya jelas dan berkekuatan hukum tetap, mereka bersedia untuk pindah, namun sampai sekarang tidak jelas.

Alfian juga menjelaskan bahwa para pedagang terus dihadang untuk berjualan seperti yang terjadi pada hari ini, dengan alasan adanya truk tronton yang rusak di depan pintu masuk Pekan Lelo diduga untuk menutup akses pedagang.

“Tengoklah kayak gini, dari pagi tronton itu diparkir disini, setelah itu katanya supirnya pergi entah kemana, entah memang rusak ataupun sudah direkayasa, hanya Allah (Tuhan), la yang tau itu”, sebut Alfian.

“Apalah tujuannya kayak gini, kami disini hanya berjualan untuk mencari makannya, anak saya ada kuliah, dan yang lain untuk hidup sehari-hari, kenapa kok dilarang-larang, ada apa sebenarnya dengan Lelo ini, jadi pertanyaan juga bagi saya”,sambung Alfian.

Yang jelas kami para pedagang Lelo berharap agar Pekan Lelo tetap dibuka seperti biasa di hari Minggu, karena mereka sudah merasa nyaman berjualan disitu selama 20 tahun dan jika itu disetujui maka mereka bersedia mendukung untuk relokasi di Pasar Rakyat Sei Rampah.

Sementara itu, Kabag Hukum Setdakab Sergai, Abdul Hakim Harahap saat dihampir disekitar lokasi lelo, enggan memberikan komentar saat diminta keterangannya terkait upaya relokasi pedagang Pekan Lelo.

“Saya tadi cuma tengok- tengok ajanya, saya tadi lewat saya lihat ramai dan saya berhenti sekalian beli rokok, lihatlah saya juga cuma pakek sandal jepit, cuma tengok-tengok ajanya”, ucapnya dihadapan sejumlah wartawan.

(*)

  • Bagikan