Ilmu Disorientasi Psikologi Agar Memahami Jati Diri Anak

  • Bagikan

Labuhanbatu,Metro24Sumut.com

Ilmu Disorientasi adalah keadaan yang dirasakan seseorang manusia berbeda dengan kebenaran yang terjadi, sehingga kerap menyebabkan manusia kebingungan mengetahui arah dan tujuan hidup sesuai dengan fitrahnya sebagai manusia, suatu gagasan atau ide pada seorang anak agar mengenal arah dan tujuan hidup sehingga hidupnya menjadi bermakna,” Demikian ungkap Junaidi,S.Psi,M.Soc Pakar Psikologi Labuhanbatu saat wawancara dengan media di Rantauprapat, Kamis (04/11)

Junaidi,S.Psi,M.Soc alumni S1 Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2004 menuturkan,” Disorientasi atau dikenal juga dengan disorientation adalah kondisi mental yang berubah di mana seseorang yang mengalami ini tidak mengetahui waktu atau tempat mereka berada saat itu, bahkan tidak mengenali identitas dirinya sendiri.

“ Kehidupan ini tidak terlepas dari proses masa lalu tentang Budaya, Pendidikan, Agama dan Sosial Masyarakat yang membentuk karakter seseorang untuk memiliki arah hidup yang berarti. Kaum Barat / Eropah memiliki karakter manusianya adalah orientasi materialistis, transaksioner, individualistic memisahkan agama dengan individu sehingga proses mencari jati diri tidak kesampaian. Dan Kaum Timur kebalikan dari kaum barat selalu bersifat sosial sehingga kemandirian dan individual tidak matang, “ kata Junaidi yang juga merupakan Alumni S2 University Kebangsaan Malaysia pada tahun 2007.

Penyebab disorientasi anak adalah 1. Lambat memahami konsep diri dan jati diri, potensi tidak jujur, di kenal dengan konsep ketuhanan 2. Tidak mengenal Tujuan dan visi hidup seseorang yakni dunia dan akhirat 3. Lambat dalam hal pengambilan keputusan, sehingga mengambil keputusan pada permasalahan seseorang secara tidak matang, 4. Tidak memiliki rasa tanggung jawab, kesadaran seseorang akan kewajiban untuk menanggung segala akibat dari sesuatu yang telah diperbuatnya dimana seseorang itu harus iklas beramal dalam melakukan perbuatan 5. Kematangan emosi, Kematangan emosi merupakan proses dimana pribadi individu secara terus menerus berusaha mencapai suatu tingkatan emosi yang sehat, baik secara intrafisik maupun interpersonal atau di kenal dengan sabar, paparnya.

Harapannya dari ilmu disorentasi ini jika anak memiliki potensi dan visi hidup yang jelas akan menuju kesuksesan sehingga mempunyai karpet merah dalam meraih kesuksesan yang mereka raih dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik di dunia maupun di akhirat,”tutupnya.(AS)

  • Bagikan