Pedagang Lelo dan Masyarakat Sekitar Bersatu Usir Mundur Satpol-PP, Kehadiran Ketua DPRD Sergai Bersama Komisi B Bikin Tenang Pedagang

  • Bagikan

SERGAI,Metro24Sumut.com |        Ratusan pedagang pekan Minggu  Lelo kembali bentrok oleh puluhan Satpol-PP kabupaten Serdang Bedagai (Sergai),

Bentrok tersebut akibat penghadangan ( blokade ), Satpol-PP terhadap pedagang yang memasuki pintu masuk menuju lapak pekan Lelo. Minggu (7/11/2021) sekitar pukul 13:00 WIB.

Pada aksi pedagang tersebut, salah satu mobil anak dari pemilik tanah pekan Lelo juga di hadang barisan blokade Satpol-PP saat ingin masuk berkunjung ke rumah ibu kandung. Sehingga terjadi keributan dan mobil yang di kendarainya  mengalami kerusakan di bagian depan akibat dorongan Satpol-PP kepada salah satu pedagang yang mengendarai becak motor yang juga akan masuk ke lokasi pekan Lelo untuk menggelar dagangannya.

Keributan tersebut memancing emosi anak dari pemilik pekan Lelo dan spontan turun dari mobil dan meluapkan kemarahannya kepada Satpol-PP,

“Saya datang pun kalian hadang apa hak kalian menghadang kami, saya anak dari pemilik tanah ini kenapa kalian hadang, mana aturan kalian, tau gak kalian peraturan. Kalian ganti mobil saya yang rusak hayo ganti,” teriak ibu ulpa anak pemilik tanah Lelo.

Selanjutnya, bersamaan dengan teriakan Ulfa ibu Misdaini sang pemilik tanah pekan Lelo juga ikut angkat bicara dengan meluapkan amarahnya di tengah kerumunan Satpol-PP dan para pedagang Lelo serta masyarakat.

Dengan penuh rasa kesal ibu Misdaini pun berteriak kalian halangi ya anakku masuk ketanah milikku, apa hak kalian menghalangi, ini tanah ku. Kalian pun sudah membuat pemberitaan Hoax, dengan alasan kalian berteduh karena hujan pada hal hari itu tidak ada hujan dan kalian bilang sudah permisi kapan kalian permisi dan minta izin mana surat izinnya, teriak ibu Misdaini penuh amarah.

 

Atas penghadangan yang di lakukan puluhan Satpol-PP itu, ibu Misdaini pun tak terima karena anak nya yang ingin masuk mengunjungi rumah orangtuanya dihadang.

” Para pedagang yang ingin berjualan ini ditanah milik saya pribadi bukan di tanah pemerintah,” bebernya sambil mengelus dada.

Kemudian, tindakan penghadangan yang dilakukan puluhan Satpol-PP itu pun mengundang kemarahan masyarakat sekitar. Dan ikut aksi dengan membantu  mendorong masuk mobil salah satu pedagang Lelo yang di hadang puluhan Satpol-PP.

Amatan wartawan di lokasi aksi saling dorong antara Satpol-PP dan pedagang Lelo yang di bantu puluhan masyarakat pun terjadi.

Dalam situasi itu pun semakin memanas tatkala salah satu pedagang yang ikut mendorong mengaku ditarik dan di hajar Satpol-PP hingga tersungkur ke seberang jalan depan pekan Lelo.

Kericuhan itu cepat dilerai oleh seorang personil Polsek firdaus Polres Serdang Bedagai.

Selanjutnya puluhan Satpol-PP pun beranjak menarik diri meninggalkan Pekan Lelo, situasi pun kembali kondusif.

Sementara pedagang yang diselamatkan oleh personil kepolisian itu mengaku, saya tadi niat membantu mendorong mobil pedagang pas saya mendorong tiba tiba dikejar oleh Satpol-PP di tunjang dan di pukuli rame rame.

” Dada saya di tunjang dan seluruh badan saya tak tau lagi karena rame tapi yang mukul itu Satpol-PP ,” ungkap Ari (22), seorang pedagang. Minggu (7/10)  sore.

Sementara itu usai terjadinya aksi, para pedagang pun merasa tenang saat hadirnya Ketua DPRD Sergai dr Riski Ramadhan Hasibuan SH SE MKM bersama anggota DPRD Sergai dari Komisi B Enrico.

Kedatangan lembaga DPRD Sergai ini di sambut gembira oleh pedagang, Dikesempatan itu perwakilan pedagang Lelo Ketua Asosiasi Ikatan Pedagang Pekan Lelo (IPPL) Holiq menyampaikan kondisi yang terjadi di pasar Lelo selama ini.

Holiq berharap agar DPRD Sergai menampung aspirasi para pedagang yang hampir setiap minggunya bersitegang oleh Satpol-PP  dengan di hadang masuk ke lokasi pekan Lelo.

” Kami pedagang Lelo bukan tak mendukung program pemerintah Sergai dalam relokasi. Namun kami hanya meminta biarkan kami tetap berjualan di hari Minggu di pekan Lelo ini, dan kami pun siap mengisi pasar rakyat di hari yang lain asal jangan hari Minggu,” ujarnya berharap agar DPRD Sergai dapat membantu para pedagang Lelo.

Pada kesempatan tersebut, Ketua DPRD Sergai Riski Ramadhan Hasibuan menyampaikan agar persoalan pekan Lelo ini di percayakan kepada lembaga DPRD Sergai.

Dalam hal persoalan pekan Lelo ketua DPRD Sergai dr Riski Ramadhan Hasibuan kepada wartawan mengatakan, kehadiran nya di pekan Lelo bersama anggota DPRD komisi B untuk menyerap aspirasi pedagang Lelo dan mencari solusi duduk bersama pemerintah Sergai. Sebelumnya pedagang pekan Lelo sudah melakukan audiensi ke rumah rakyat lembaga DPRD Sergai bersama komisi B dan saya terima langsung untuk itu sedang di proses dan kita masih mengumpulkan  data.

Selanjutnya, kata Riski melalui lembaga DPRD Sergai komisi B akan duduk bareng bersama pemerintah Daerah kabupaten Serdang Bedagai. Jadi apa wacana  pemerintah untuk hal hal kemajuan Serdang Bedagai yang baik tentunya harus kita dukung.

” lembaga DPRD  akan kumpulkan data dulu dan akan duduk bareng bersama pemerintah daerah jadi semua akan jelas sehingga masalah ini jangan berlarut-larut,” ujarnya di hadapan para pedagang Lelo.

Riski Ramadhan menyatakan, selama ini belum pernah duduk bareng bersama pemerintah terkait persoalan relokasi pasar Lelo. Dan berharap persoalan ini jangan sampai berkepanjangan.

“Bersama komisi B  melalui lembaga DPRD  akan mengundang resmi pemerintah Sergai dan juga  perwakilan asosiasi ikatan pedagang Lelo akan di undang untuk duduk  bersama supaya masalah ini selesai,” tegasnya.

Riski menyebut, kepada pemilik lahan Lelo ibu Misdaini sering kordinasi dengan saya dan kita prihatin terhadap ibu Misdaini yang selalu merasa ketakutan, kita tak mau seperti ini, imbuhnya.

Pada kesempatan itu terkait Lelo Perwakilan komisi B DPRD Sergai Enrico juga menjelaskan, bahwa sudah ada pertemuan dengan pemilik lahan dan juga pedagang pasar namun sampai saat ini belum bisa duduk bersama pemerintah Daerah Sergai. Dan nantinya melalui komisi B akan melakukan diskusi.

Dalam hal ini kata Enrico kita sudah melihat adanya intimidasi dan ini menjadi wacana pertimbangan kami komisi B, kenapa arahnya sampai ke kampung pon kebijakan Satpol-PP  dan kemarin itu kan tidak ada pencatatan pedagang tetapi setelah ada kejadian di pekan Lelo yang datang ke satu pedagang dan datang pendataan dinas pasar tetapi tidak dilakukan kegiatan yang lain.” Sayakan juga anak kampung Pon”. terkait pendataan dan ini menjadi bahan pertimbangan kami kepada Disperindagsar dan Satpol-PP mengapa mereka sampai turun apa  dasar mereka.

Untuk itu lanjutnya, Pekan Lelo kami masih mempelajarinya terus terang ini  sudah masuk  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tetapi terus terang kami pun ingin mengetahui spasinya RPJMD merelokasikan pekan Lelo.

” Lembaga DPRD ingin mengetahui spasinya RPJMD relokasi pekan Lelo soalnya sama sama di tanah pribadi,” cetusnya.

Terakhir, terkait adanya Permendagri  Izin Usaha Pedagang Pasar (IUPP), Enrico mengatakan, melalui lembaga DPRD Sergai akan melihat regulasi  Permendagri tentang aturan pasar tradisional.

” Ketua DPRD Sergai sudah membuka ruang untuk berbicara dengan Pemerintah daerah dan kami lembaga DPRD melalui komisi B siap memediasi sebagai perpanjangan tangan masyarakat,” pungkasnya.

(*)

  • Bagikan