Kapal Pukat Apung Karya Baru 8 Selamatkan 2 Orang Nelayan Asal Sergai Terombang-ambing di Laut

  • Bagikan

SERGAI, Metro24Sumut.com |                  Sang penolong di tengah laut yang gelap gulita dan dilakukan hamba Allah yang merupakan ABK Kapal Pukat Apung berlogo Karya Baru 8 dalam melakukan penyelamatan 2 orang nelayan tradisional Rahmat (55) dan Putra (25),asal Dusun 1 Desa Tebing Tinggi Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara, terekam Vidio berdurasi dua menit dua puluh detik.

Dalam vidio tersebut tampak Tekong dan beberapa awak kapal Pukat Apung tersebut mencari keberadaan korban yang minta tolong. Dengan bermodalkan alat penerangan seadanya berupa senter akhirnya suara 2 nelayan yang meminta tolong di kegelapan malam di luasnya lautan terlihat dan 2 Nelayan itu tampak sedang bergelantungan sedang berpegangan di piber dan tutup piber, spontan tekong kapal apung dan para ABK berteriak itu dia.

Kemudian sembari mengintruksikan agar kapal lansam serta berteriak tali tali. Disaat bersamaan itu nelayan tradisional yang terombang-ambing di dinginnya air laut itupun kembali berteriak “Wak tolong Wak”.

Selanjutnya,pada rekaman video amatir yang diduga menggunakan Hp itu terlihat Tekong dan seluruh ABK Kapal Pukat Apung berjibaku untuk mengevakuasi kedua nelayan yang karam naik ke atas kapal Karya Baru 8. Dan kedua nelayan tradisional asal Bedagai Kecamatan Tanjung Beringin itu dapat di selamatkan.

Dengan kondisi terbaring lemas kedua nelayan yang kapalnya karam bernama Rahmat dan putra mengucapkan Allahhu Akbar, Alhamdulillah dan terimakasih kepada Tekong juga kepada para seluruh ABK Kapal Karya Baru 8.

Usai di selamatkan dan dalam keadaan tenang, Rahmat dan putra pun mengkisahkan peristiwa yang menimpa mereka berdua hingga terombang-ambing di tengah laut. Kepada wartawan dikatannya, bahwa Sampan yang ditumpanginya di hantam ombak besar hingga karam,pada Selasa (9/11/2021) yang lalu.

Menurutnya, kejadian itu sekitar pukul 18.30 Wib Rahmat bersama Putra menantunya saat itu sedang menjaring ikan, tepatnya di lokasi Sungai Baru seputaran jermal. Pada saat itu sedang menebarkan jaring ada sebanyak dua labuh, namun disaat melepas jaring satu labuh, terdengar suara angin sangat kencang dan tiba-tiba Ombak langsung menghempaskan sampan hingga karam,

“Kejadian itu malam, sangat mengerikan setelah dihempas ombak besar merasa tidak ingat apa-apa. Namun begitu sadar, salah satu tutup Piber miliknya tampak olehnya dan langsung berusaha merangkul tutup piber tersebut bersama Putra menantunya hingga berjam-jam terombang – ambing di laut bebas dan akhirnya diselamatkan oleh Kapal Pukat Apung Karya Baru 8 asal Tanjung Balai,” ungkap kedua nelayan tradisional warga Desa Tebingtinggi Sergai.

Dijelaskan Rahmat dan Putra, sebagai nelayan kecil yang harus mencari nafkah dengan resiko tinggi di tengah lautan luas pada saat itu pasrah usai sampan mereka karam di suasana malam yang gelap gulita, namun atas pertolongan Allah hingga sadar mereka melihat Peber milik nya dan langsung merangkulnya berpegangan erat sampai akhirnya datang satu kapal Pukat Apung berlogo Karya Baru 8 yang mendengar teriakkan mereka berdua sehingga kami dapat tertolong naik saat terombang-ambing di tengah lautan yang gelap itu, tutupnya. (*)

  • Bagikan