Usir Wartawan, Kilang Padi Tanpa Plank Merek Beroperasi

  • Bagikan

SERGAI, Metro24Sumut.com   |Kades Sijonam, Rusiadi, SH angkat bicara terkait kilang padi yang diduga oplos beras tak layak konsumsi.

Ia menyebutkan bahwa pemilik kilang padi di Dusun 4b, Desa Pematang Sijonam, Kecamatan Perbaungan yakni Selamet alias Akhun tidak kooperatif.

“Dia tak kooperatif,  dengan warga sini juga,”  kata Kades Sijonam, Rusiadi kepada wartawan Selasa (16/11/2021)

Selain itu Rusiadi juga menyebutkan kalau secara tak sengaja dirinya berjumpa dan makan bersama dengan pemilik PT Batik Jaya Sukses beberapa hari lalu.

“Katanya itu dibeli memang beras pecah kulit dari Makasar, digiling lagi di kilangnya. ketepatan Jumpa di Medan pas makan malam Senin,” ucap Rusiadi menirukan ucapan Akhun saat makan bersama di Medan.

Saat awak media meminta pendampingan dari Kades ke kilang padi yang tanpa plank usaha tersebut, dengan nada rendah Rusiadi menolak tawaran dari para awak media itu pada hal warga kades itu sendiri.

“Kalian saja ke sana, dari pada nanti kita sakit hati,” cetus Rusiadi sembari sebutkan kalau dirinya tak punya wewenang untuk melihat aktifitas di kilang padi yang tak ada Plank nama usaha tersebut.

Merasa diabaikan dan tidak diperbolehkan wartawan untuk meliput kegiatan dalam kilang padi tersebut. Ketua DPC SPRI Serdang bedagai, Ali amran koto meminta agar pihak Polres sergai melakukan tindakan tegas atas dugaan pengoplosan beras yang diduga tak layak konsumsi menjadi layak dikonsumsi.

” Polres Sergai harus bertindak tegas laporan Dumas yang dilakukan awak media saat melakukan kroscek di   kilang padi yang yang diduga membeli beras dari luar Sumatera  untuk digiling kembali menjadi beras, dan gudang yang beroperasi tanpa Plank usaha,” tegas ketua DPC SPRI Sergai.

Pengusaha yang tidak siap dikonfirmasi dan tanpa Plank usaha tidak mengindahkan aturan yang diterapkan pemerintah dan tertutup pada media terlebih lebih mengusir wartawan ketika melakukan peliputan. Hal tersebut jelas  mengangkangi UU no 40 tentang Pers dan UU no 14 tahun 2008 tentang KIP (Keterbukaan Informasi Publik),” ucap Amran.

Salah satu masyarakat desa Pematang Sijonam inisial J saat ditemui wartawan menyampaikan kalo memang tempat tersebut adalah kilang padi, kenapa kendaraan yang masuk adalah kontainer berisi beras yang kondisinya sangat aneh berwarna ke kuning kuningan dan kecoklatan atau hitam? tidak seperti beras yang layak kita konsumsi jadi nasi, pungkasnya.

(*)

  • Bagikan