Peringatan Hari Guru untuk Menghormati dan Menghargai Jasa Guru

  • Bagikan

Labuhanbatu,Metro24Sumut.com

Makna memperingati Hari Guru Nasional merupakan perayaan untuk menghormati dan menghargai jasa guru. Pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan hari lahir PGRI tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional untuk menghormati perjuangan para guru. Penjelasan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menegaskan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah, Demikian ungkap Dr.Sumitro,SE.M.Si di kantornya, Kamis (25/11/2021).

Menurut Dr.Sumitro,SE.M.Si yang juga Wakil Rektor II Universitas Labuhanbatu ,” Baru sebulan yang lalu tepatnya 5 Oktober 2021 kita telah memperingati Hari Guru Sedunia, Melansir laman resmi UNESCO, peringatan Hari Guru Sedunia yang mengusung tema “Guru di Jantung Pemulihan Pendidikan”. Sedangkan Tema peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2021 kali ini adalah “Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan. Melihat kedua tema dari peringatan hari guru ini dapat kita lihat benar merah yang secara tak langsung menghimbau pada semua elemen masyarakat yang diharapkan bersama-sama untuk berkontribusi mendukung para guru dalam proses pemulihan pendidikan.”

“ Dalam catatan UNESCO dan tidak berbeda jauh keadaannya di dalam negeri, era pendemi membawa dampak pada keprofesionalan guru. Banyaknya permasalahan yang timbul mewajibkan para guru untuk melakukan pengembangan professional tanpa dukungan yang penuh, terkendala memiliki akses pembelajaran jarak jauh, meningkatnya beban kerja yang mengakibatkan kerja ganda, Bahkan, mungkin terjadi adanya penundaan gaji guru karena kondisi ekonomi yang diakibatkan pandemik berkepanjangan; dan mungkin saja banyak para guru beralih profesi.” katanya.

“ Seandainya hal ini memang terjadi, miris memang kita melihat kondisi ini, Proses pendidikan berputar 360 derajat dan ini memaksa guru untuk menyikapi keadaan. Seharusnya kita dapat berpikir, apakah layak apa yang diterima oleh para guru dengan apa yang telah diberikannya kepada kita? Semoga ini menjadi renungan kita sebagai masyarakat yang tidak terlepas dari pendidikan. Ingat…..! setiap kehebatan dan kemajuan setiap individu, setiap suku, setiap bangsa; siapa dan dimanapun itu berada, semua karena peran para guru,” tutup Dr.Sumitro.(AS)

  • Bagikan