2 Bulan Hadapi Banjir, Warga Sei Rampah Mengaku Stres

  • Bagikan

SERGAI, Metro24Sumut.com.  | Warga korban banjir merasa stres. Pernyataan ini langsung di sampaikan salah satu warga bernama Abdul Rahman Rangkuti (61) warga Desa Sei Rampah Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara.

Abdul mengaku kalau dirinya stres dan pusing kepala,karena sudah 2 Bulan menghadapi banjir dan ia mengatakan soal bantuan terus datang, makanan pun berlebih namun, persoalannya bagaimana pemerintah Sergai mengatasi banjir.

” Saya alami stroke selama 8 tahun, tetapi lebih stroke lagi melihat banjir, kapan lah penderitaan kami ini berakhir. Semoga Pemerintah cepat atasi banjir ini,” ungkap Abdul Rangkuti kepada wartawan Jumat (26/11/2021) pagi di posko pengungsian Sei Rampah.

Abdul juga mengatakan kalau banjir di depan rumahnya setinggi paha putih dan sepinggang orang dewasa bahkan sampai setinggi dada orang dewasa.

Sementara ketika di temui, dr Muhammad Al Anas kepada wartawan mengatakan, soal gatal gatal dan tengkuk sakit bahkan anak-anak dari umur 3 sampai 8 tahun rawan akan diare dan sakit perut. Sedangkan yang terserang demam biasanya banyak dialami remaja, dan yang dewasa itu mungkin sering mengalami tengkuknya sakit, bahu-bahunya sakit karna banyak memikul barang-barangnya.

“Korban banjir di Sei Rampah banyak mengalami keluhan penyakit seperti, tengkuknya sakit, stres, diare, gatal-gatal, susah tidur dan ada yang tensi darahnya naik, ucap dr. Muhamad Al Anas, kepada Wartawan, di posko banjir Gang Kancil,” ujarnya.

Lanjut dr. Anas, faktor stres para korban banjir mungkin sebab, karena sudah lama mengalami banjir, mana anaknya yang gak sekolah, kerjaannya gimana, barang-barang dan harta bendanya yang dirumahnya gimana jadinya, dan rumahnya kebanjiran sudah lama, ungkap dr. Anas, dari Puskesmas Sei Rampah.

“Kami juga dari Puskesmas sudah memberikan konseling, nasehat, menyemangati pasien, dan memberikan terapi yang dibutuhkan pasien, agar lebih tenang dan yakin kami ini gak kemana-mana dan terus membantu warga yang mengalami penyakit,” demikian dijelaskannya.

Terakhir dr. Al Anas menyampaikan 1 posko itu biasanya hampir 40 hingga ratusan warga yang mengalami keluhan penyakit yang dialami para korban banjir Sei Rampah ini, sebutnya. (*).

  • Bagikan