Dugaan Penyerobotan Lahan Disbun, Mantan Kadisbun Labuhanbatu Buka Suara

  • Bagikan

Labura, Metro24sumut.com| Terkait dugaan penyerobotan lahan Dinas Perkebunan (Disbun) Labuhanbatu yang berada di dusun VII Gambangan Jaya Desa Aekkorsik kecamatn Aek Kuo Labura, membuat mantan Kadisbun Labuhanbatu buka suara tentang keberadaan, dan kepemilikan lahan percontohan tanaman sawit disbun labuhanbatu  ± 10 Ha itu.

Masalah lahan percontohan tanaman kelapa sawit disbun labuhanbatu di dusun gambangan jaya, Mantan kadisbun Ir. Lihas Ritonga, MS sangat mengetahui jelas keberadaan dan kepemilikan lahan adalah pemkab Tk II labuhanbatu. Dan terkait adanya surat keterangan kepala desa aek korsik dengan no : 593/157/AK/IX/2017 tidak memiliki dasar alashak untuk menerbitkan surat apapun terkait asset pemkab tersebut.

Mantan kadisbun labuhanbatu itu mengatakan kepada awak media tak lama ini, terkait lahan itu dia mengatakan,”lahan itu saya tau jelas, dan itu lahan adalah milik pemkab TK II labuhanbatu. Karena saya pada saat itu kepala dinas perkebunan (kadisbun)labuhanbatu, dan juga menugaskan anggota saya Romauli Purba sebagai PPK kecamatan aek kuo tahun 2003 silam,” ucapnya.

“karena masalah alashak kepemilikan lahan disbun ini pemkab labuhanbatu. Saat saya mengetahui dari media online (pojokredaksi.com-red) ada dugaan penyerobotan lahan disbun di dusun VII gambangan jaya ini, saya langsung berupaya menghubungi pemkab labuhanbatu agar dapat mengambil kembali asset pemkab itu. Namun, sampai sekarang saya belum bisa dapat mengetahui bagaimana  pemkab labuhanbatu itu bisa mengambil asset itu, karena gak ada lagi kenal pejabat. Agar bagaimana bisa menyerahkan lahan disbun itu ke pemkab labura, sebab lahan itu berada pada wilayah pemkab labura.” Mantan kadisbun menjelaskan penuh harap.

Sebab dengan adanya koperasi maju bersama sejahtera aek korsik yang diketuai Mufti Ahmad, SE  pada saat itu, dan sekarang anggota DPRD Labura dari fraksi PDIP berlambangkan banteng itu. Mantan kadisbun labuhanbatu mengatakan tidak ada dasar dan alashak yang sah koperasi dapat menjadi pengelola dan sampai menguasai lahan disbun tersebut. Karena itu adalah lahan milik pemkab labuhanbatu.

Padahal lahan yang ditanami kelapa sawit tersebut, sebelumnya sudah dikelola Adi Suparman yang notabene sebagai penjaga kebun Percontohan (Disbun Tk. II Labuhanbatu-red)

Bahkan, hingga akhir tahun 2015, Adi Suparman masih tetap mengelola lahan dimaksud sekaligus mengambil hasil dari lahan kebun percontohan itu berikut membuat laporan kegiatan kebun kepada (Dinas Perkebunan Labuhanbatu-red).

Anehnya, berselang satu tahun setelah terakhir kali Adi Suparman membuat laporan kegiatan kebun percontohan (Disbun Labuhanbatu-red) di tahun 2015, ujug-ujug Kepala Desa menerbitkan Surat Keterangan atas nama Koperasi Maju Bersama Sejahtera tahunn 2017.

Kesalnya lagi, mantan pensiunan PNS kadisbun labuhanbatu itu, mendengar dalam pemberitaan lagi bahwa kades  Buyung Ahmad Ansari Dalimunthe mengatakan, “tidak ada alashak dasarnya. Itu tanah tak bertuan. Dan sudah kutanyak  (kedisbun labuhanbatu-red) dan provinsi (sumatera utara-red), mereka tidak mengetahui keberadaan lahan (disbun-red) tersebut,” pernyataan inilah membuatnya menjadi semangkin merasa konyol atas ucapan seorang kepala desa aek korsik tersebut.” Paparnya sambil tersenyum lebar pada awak media belum lama ini.

Mantan kadisbun labuhanbatu ini, dengan tegas membuat pernyataan secara tertulis  apabila sewaktu-waktu dibutuhkan penjelasannya, oleh pihak pemkab labuhanbatu, labura, dan penegak hukum kepadanya, ia mengatakankepada wartawan saat dikonfirmasi pada hari selasa 30 November 2021.

“kalau kalian butuh pernyataan saya siap aja, dan bahkan tertulispun saya akan buatkan. Karena, apapun caranya ini, pemkab labuhanbatu sebagai pemilik asset segeralah mengambilnya, dan kiranya dapat memberikan ke pemkab labura .” tutupnya. (TT)

  • Bagikan