Pelaksanaan Proyek Taman Kantor DPRD Labura Diduga Tanpa Penanda Tanganan Kontrak

  • Bagikan

Labura, Metro24sumut.com| Terkait pekerjaan pembuatan tamann di halaman kantor DPRD kabupaten labuhanbatu utara (labura) senilai Rp 978.318.351 yang sebelumnya dimulai pada tanggal 22 November 2021 oleh CV. Cakrawala Angkasa, kini mulai terungkap. Ternyata pelaksana pekerjaan taman kantor DPRD tersebut diduga di kerjakan tanpa kontrak.

Sebab,mantan Sekretariat DPRD Labura sebelumnya, Edi Malvin Sialoho saat ditemui wartawan Senin (29/11) diruang kerjanya mengaku tidak pernah menanda tangani kontrak pekerjaan yang sedang dikerjakan tersebut. Ia beralasan, sejak ia dilantik sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Pemerintahan pada 18 November lalu, masalah persoalan terkait kewenangan penggunaan anggaran di Sekretariat DPRD tidak menjadi kewenangannya lagi.

Walaupun demikian, lanjut Sihaloho, untuk menunjuk penyedia pelaksana proyek pembuatan taman adalah keputusannya yang didukung saran dari Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP), Fauzi Helmi, ST, namun untuk proses pelaksanaan jadwal dari upload dokunen penawaran hingga penandatanganan kontrak, bukan lagi kewenangannya.

“Tidak ada lagi saya tandatangani kotraknya. Memang saat itu, menunjuk penyedianya adalah saya dibantu saran dari Kepala ULP, akan tetapi untuk pelaksanaan seterusnya bukanlah saya,” bebernya.

Sihaloho pun menjelaskan, adanya penunjukkan penyedia, CV Cakrawala Angkasa adalah hasil pertimbangan dengan Kepala ULP dengan melihat kualifikasi dan kemampuan perusahaan dimaksud. “Mengingat waktu pelaksanaan yang sempit, maka saya putuskan untuk menunjuk perusahaan itu (CV. Cakrawala Angkasa-red),” cetusnya.

Namun Begitupun, mantan Sekretaris DPRD ini, tetap meminta untuk menemui Plt. Sekretaris DPRD yang sekarang, Lamtiur Gultom, SE untuk mempertanyakan bagaimana dan siapa yang menandatangani kontrak tersebut, sehingga rekanan bisa melakukan pekerjaan. Meski demikian Sihaloho tau juga bahwa Plt, Sekretaris DPRD sekarang pun tidak pernah menandatangani kontrak apapun.

Dalam hal ini juga, Plt. Sekretaris DPRD Labura, Lamtiur Gultom, SE saat dikonfirmasi wartawan diruang kerjanya, Selasa (23/11), juga mengaku tidak pernah sama sekali menandatangani yang namanya kontrak dengan penyedia manapun.

Sebab dalam hal ini juga, Gultom sempat mengatakan PPTK, T. Silaban yang menyatakan dirinya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) disana saat itu, adalah “bohong”. Karena, pengakuan Gultom, dirinya baru menerima Surat Keputusan sebagai Plt. Sekretaris DPRD pada tanggal 22 November 2021 sore.

Lanjutnya, dengan keberadaan dirinya yang barau diangkat menjadi plt. Sekretariat DPRD, mustahil dirinya ikut serta secepat itu ikut terlibat dalam pelaksanaan dalam proses pengadaan barang/jasa terkhusus pada proyek pembuatan taman tersebut.

Sementara, T. Silaban, sebagai PPTK proyek tersebut, terkesan berpura-pura tidak tau menau kalau pekerjaan pembuatan taman kantor DPRD Labura sudah dilaksanakan sebelum adanya penandatanganan kontrak, dan malah dia “lempar batu sembunyi tangan” kepada Plt. Sekretaris DPRD, Lamtiur Gultom, SE sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) disana, serta sebagai penanggungjawab persoalan “curi start” nya penyedia, CV. Cakrawala Angkasa dalam memulai pekerjaan. (T.Tambunan)

  • Bagikan