Kades Siamporik Tuding, Direktur BumDes Siamporik Maju Sejahtra Tidak Kompeten

  • Bagikan

Labura,Metro24sumut.com | Terkait terbengkalainya pembangunan, dan tidak berjalannya Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Siamporik Maju Sejahtra, tak terlepas tidak kompetennya Direktur dalam mengelola dan mendesain, serta tidak memiliki jiwa wirausaha dan pemimpin yang bisa mengambil keputusan yang menghasilkan sebuah ide dan gagasan yang baik dalam menciptakan sebuah peluang usaha kedepan.

Sahat Maruli Sianipar selaku Kepala Desa secara struktur dalam BumDes adalah penasehat dalam kemajuan Badan Usaha Milik Desa (BmDes) menilai, mandeknya semua ini atas kelemahan Iksan selaku Direktur untuk mengelola, dan membuat ide serta gagasan dalam menciptakan mengujutkan peluang usaha yang dapat membuat BumDes Siamporik Maju Sejahtra ini dapat berkembang, dan dapat menghasilkan sebuah usaha Desa dimasa mendatang.

Sahat mengatakan kepada wartawan metro24sumut.com saat dikonfirmasi dikantor Kepala Desa Siamporik,”kalau masalah BumDes ini saya menilai, tak terlepas dari Direktur yang tidak memiliki kemampuan dalam mengelola dan memanajemen usaha bagaimana untuk bisa berkembang.” Ucapanya belum lama ini.

Melihat mulai BumDes itu dibuka sekitar akhir tahun 2020 lalu, walaupun sifatnya menyewa lahan masyarakat yang tidak jauh dari tempat itu, sudah semestinya dapat dimanfaatkan. Karena dalam lahan tersebut sudah ada fasilitas seperti warung, kolam dan rumah siap dan layak pakai.

Sahat Maruli Sianipar memaparkan, “seadainya saya buakan kepala Desa, dan saya mungkin dapat mengkelola dan menjadikan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) ini, dapat maju berkembang pesat. Semua dalam mengelola dan menciptakan sebuah usaha untuk lebih maju, kita harus bisa mengambil sebuah ide atau gagasan serta dapat mengambil keputusan langkah apa yang dapat kita ambil untuk menciptakan usaha yang memiliki peluang kedepan lebih maju.” Menjelaskan

Lanjut sahat memaparkan buah pemikirannya,“di BumDes itu ada warung, dan ada kolam, itu bisa dimanfaatkan untuk dilakukan penegosiasian untuk dikelola dan disewakan. Kolam itu, bisa aja ditabur benih ikan, dan kalau itu dari awal ada pemikirannya kesana, mungkin sekarang ini udah bisa panen ikan dan menghasilkan, belum lagi warung itu disewakan atau sistem kerjasama atau apalah namannya, kesemuanya itu kan bisa dimanfaatkan sebelum apa yang kita rencana selanjutnya bisa kita lakukan.” Menegaskan

Menurut penjelasan Sahat keterbengkalaian BumDes tidak terlepas dari tidak kompetennya Direktur BumDes dalam mengkelola, memanajemen, dan membuat keputusan dalam hal menciptakan peluang-peluang usaha yang dapat mendatangkan keuntungan dan penghasilan, sehingga dapat dirasakan keberadaan BumDes tersebut, yang mana sifatnya dikelola secara terorganisir, dan ada hasil berupa gaji yang mereka dapatkan setiap bulannya sebagai pengurus.

Saat ditanya wartawan kepada Kepala Desa, bagaimana sistem penunjukan dan pembentukan kepengurusan BumDes ini sehingga terpilihnya Direktur yang tidak memiliki kecakepan dan kemampuan dalam mengeloala Badan Usaha Milik Desa (BumDes) yang dapat maju dan berkembang dan dapat menambah manfaat bagi masyarakat, serta menambah pendapatan Desa.

“kita lakukan dengan sitem pemilihan dari beberapa calon yang mengajukan diri sebagai pengurus, namun pada saat itu kita melihat visi, dan misi, si Iskan inilah yang paling baik, dan mantap. Sehingga pada saat itu dialah pemenang dari pemilihan itu.” menuturkan.

Melihat hal inilah yang menyebabkan Iskan terpilih dalam pemilihan Direktur BumDes Siamporik Maju Sejahtra, namun kenyataan keberadan BumDes Mangkrak dan belum dapat berfungsi sampai saat ini walaupun sudah mendapat kucuran dana Rp 180.0000 pada tahun 2020, yang kesemuanya itu diduga hanya peruntukan biaya sewa lahan Rp 11.000.000/tahun, dan dibayar 3 tahun sekaligus kepemilik lahan, bangunan kios kuarang lebih berukuran 3×2 meter, pompa air, dan tiang tower internet.

Sahat menambahkan lagi, “kalau begini metedo dan cara kerja pengurus BumDes ini, diakhir tahun kita sebagai panesehat akan melakukan pergantian Direktur BumDes, dan seluruh pengurus tanpa terkecuali. Sebab kalau dipertengahan tahun kemarin kita ganti, agak sulit dan rancau nantinya. Karena kalau begini tidak bisa dipanjangin, bukan tak ada dana yang dikucurkan, namun apapun tidak ada yang bisa dikerjakan atau dibuat yang menghasilkan.” Tutupnya (TT)

  • Bagikan