Proyek Pengembangan Infrastruktur Rabat Beton Aek Kuo Diduga Pengerjaan Asal Jadi

  • Bagikan

Labura, metro24sumut.com | Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) tengah gencar melakukan pengembangan infrastruktus jalan di Desa melalui sumber Dana Desa (DD). Namun masih banyak Kepala Desa menggunakan dana tersebut tidak tepat guna, itu dilihat dari bahan material yang akan digunakan terlihat tak layak guna dalam membuat sebuah hasil bangunan yang baik.

Pengembangan pembangunan infrastruktur rabat beton yang terjadi di aek kuo, ada dugaan matrial yang digunakan tak layak pake. Karena terlihat jelas bahwa material seperti pasir yang banyak bercampur tanah dan batu krikil, dan pasir terlihat kehitaman.

Maka masyarakat aek kuo mengatakan dan berpendapat, yang tak mau namanya disebut “ kalau melihat matrial kerikil, dan pasir ini, tak lama rabat beton ini akan mudah hancur kalau sudah siap dibuat. “ ungkapnya belum lama ini

Lanjutnya, dana yang dikucurkan dalam pembangunan ini lumayan fantastis Rp 151.728.000 dengan panjang ruas jalan yang akan dibangunkan 150 meter, dan lebar 4 meter, namun beginilah matrial yang dibuat untuk pembangunan rabat beton.

Diduga material diambil dari sungai dengan menggunakan exkapator, dan pasir halus serta tanpa menggunakan pencucian pemisahan pasir dengan kerikil serta sedikit bercampur lumpur hitam dari sungai.

Menurut pantauan wartawan metro24sumut.com dengan kondisi pembangunan rabat beton yang akan dikerjakan tanpa menggunakan plank proyek tersebut, tidak diterima keberadaan pekerjaan tersebut olehmasyarakat dusun VIII Desa aek korsik, kecamatan aek kuo Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).

Melihat antusias masyarakat yang menolak keberadaan proyek yang menggunakan Dana Desa (DD) ini, awak media dan bersama masyarakat mencoba mendatangin Kantor Kepala Desa Aek Korsik ingin mempertanyakan dan mengkomfirmasi namun (Kepala Desa – red) tidak ada dikantor karena lagi ada keperluan luar kemedan.

Namun saat ditanyak dikantor siapa yang dapat memberikan komentar terkait permaslahan tersebut dikantor Desa, mereka enggan berkomentar.

Sebab hal ini menjadi kekecewaan masyarakat sehingga masyarakat kompak dan bersama-sama memblokade pekerjaan pembangunan rabat beton yang ada didusun VIII Desa aek korsik, karena tak mendapat sambutan dan tanggapan oleh pihak pemerintah Desa.

“ayo kita blokade aja ini pekerjaan, agar tidak dikerjakan. Karena dikerjakan dengan bahan material seperti ini purcuma saja, sebentar aja nanti ini bangunan ambrul dan rusak. Dan sampai ada tanggapan kepala Desa tekait maslah ini.” Cetus salah satu warga menghayo-hayokan warga lain, dan tak mau namanya disebutkan.

Jadi harapan warga tersebut menambahkan lagi, “kiranya pemerintah kabupaten Labuhanbatu Utara, dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), dan Inspektorat lebih baik lagi dalam pengoptimalnya dalam pengawasan penggunaan anggaran pengembangan dan pembangunan infrastruktur jalan disetiap Desa di Kabupaten Labuhanbatu Utara ini.” Tutupnya penuh harap. (TT)

  • Bagikan