Pengelola Komplek Griya Anugerah Tak Becus Mengurus Sampah

  • Bagikan

Labuhanbatu,Metro24Sumut.com

Pengelola Sampah Komplek Griya Anugerah Tak Becus Mengurus Sampah di Komplek Perumahan Griya Anugrah Kelurahan Sirandorung Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu, dimana sampah menumpuk di tempat penampung sampah di depan rumah masing-masing sesuai amatan Media Wartawan di Lapangan, Kamis (30/12/2021).

 

Sesuai pengamatan di lapangan sampah sudah menumpuk, dan bahkan bak atau ember penampung yang untuk menampung sampah tersebut sudah tidak dapat menampung sampah, hingga sampah berserak di jalan dan depan rumah masing-masing warga, sampah tersebut baunya sudah menyengat ke hidung bagi warga yang melintas, dan bahkan ada sampe muntah menghirup bau sampah tersebut.

Dari keterangan warga inisial AS yang tinggal di Blok F, di kutip biaya bulanan sebesar 40.000. dengan perincian untuk uang satpam dan sampah setiap bulanan, entah di mana permasalahan ini sehingga mengatasi sampah aja tidak becus di lapangan.

 

 

“ Saya selaku warga Komplek Griya anugerah, tidak pernah terlambat membayar biaya bulanan tersebut, dimana di kutip setiap akhir bulan dari tanggal 25 hingga 30 . Saya berharap untuk di lakukan pembenahan untuk pengelola komplek perumahan yang mengurus sampah tersebut. Dimana letak permasalahannya dan di carikan solusinya, kalo tak becus di pecat aja, jika tak mampu jangan makan gaji buta aja, banyak kok yang mau bekerja, apalagi saat ini lapangan pekerjaan semakin sulit, dan kami warga di komplek ini sudah mencapai hingga 110 rumah tangga (Kepala Keluarga) yang menghuni di komplek ini, dan saya sudah tinggal disini sejak oktober 2013 ”ujarnya.

“ Sampah Tak hanya membawa dampak buruk bagi lingkungan, polusi sampah dan lingkungan yang kotor juga dapat membawa dampak buruk pada manusia yang tinggal di lingkungan tertentu. Sebagai contoh, polusi sampah diketahui dapat mengakibatkan peningkatan berbagai macam penyakit infeksi saluran pencernaan, sebagainya, katanya.

” Hal ini disebabkan karena dengan adanya sampah yang menumpuk tanpa di buang ketempat yang selayaknya, binatang pembawa penyakit seperti lalat akan menjadi semakin banyak dan tentu saja, itu bukan satu-satunya dampak buruk lingkungan kotor serta polusi terhadap manusia. Dampak lain dari lingkungan yang kotor dan polusi sampah terhadap manusia yang sudah semestinya kita cegah yaitu terjadinya gangguan pernafasan,” tutupnya.

Hasil konfirmasi dengan Ketua RT Komplek Griya Anugerah Parinsal Dalimunte, mengatakan “ Upaya yang sudah di lakukan , Serba -serbi juga bang, tingkat kesadaran masyarakat juga rendah, jadi susah kita memaksakan ke Dinas Lingkungan Hidup, Kalo dari Pihak DLH karena unit truk armada mereka terbatas , jadi harus bergantian bang, Ujarnya.  ( Tim Redaksi).

  • Bagikan