Forum Mahasiswa Bidik Misi Universitas Al-Wasliyah Labuhanbatu Gelar Seminar Literasi Regulasi Ikan Terubuk

  • Bagikan

Labuhanbatu,Metro24Sumut.com

Forum Mahasiswa Bidik Misi Univa Labuhanbatu Menggelar Acara Seminar Literasi Regulasi Ikan Terubuk, sebagai pembicara dan narasumber seminar adalah Tokoh Akademisi dan Pendidikan Labuhanbatu Awaluddin M.Siregar, ST,S.Pd,MP, dimana Buku ini merupakan hasil karya anak bangsa Indonesia Putra Labuhanbatu  dengan menulis Buku yang ber judul “Regulasi Penetapan Status Perlindungan Ikan Terubuk” di Kampus Universitas Al-Wasliyah Labuhanbatu Jl.Sempurna Rantauprapat, Labuhanbatu, Sabtu (08/01/2022).

Acara ini di hadiri oleh Rektor Univa Labuhanbatu Basyarul Ulya Nasution,SH,MM. yang mewakili, Ketua Panitia Seminar Forum Mahasiswa Bidik Misi Univa Labuhanbatu Junedi dan Sekretaris Muhammad Khalidin Ginting ( Ilham), serta para seluruh mahasiswa dan mahasiswi semua prodi di Univa Labuhanbatu.

 

Rektor Universitas Alwasliyah ( UNIVA) Labuhanbatu Basyarul Ulya Nasution, SH.MM, Menyampaikan Buku ini sangat bagus untuk diseminarkan dan bedah buku, karena belum ada buku tentang literasi  ikan Terubuk, diharapkan kedepannya bisa sebagai referensi untuk para Peneliti untuk melakukan penelitian tentang apa yang bisa dikembangkan untuk ikan terubuk ini.

Selanjutnya Rektor UNIVA Labuhanbatu, mengatakan,” Setelah nanti diseminarkan atau bedah buku akan direkomendasikan oleh para Akademisi Labuhanbatu untuk dibuatkan Peraturan Daerah ( Perda) melalui Pemkab Labuhanbatu dan DPRD Labuhanbatu, agar ikan Terubuk ini tidak punah, akan tetapi kita harapkan dapat terus berkembang biak di perairan Sungai Berumun Labuhanbatu sepanjang masa, untuk itu saya menindak lanjutinya dibuatkan seminarnya oleh adik-adik mahasiswa melalui Forum Mahasiswa Bidik Misi Univa Labuhanbatu. 

 

Ketua Panitia Seminar Forum Mahasiswa Bidik Misi Univa Labuhanbatu Junedi, dalam sambutannya mengatakan,” Kegiatan seminar ini atas support Rektor Universitas Alwasliyah ( UNIVA) Labuhanbatu Basyarul Ulya Nasution,SH.MM , semoga acara ini berjalan sukses, dan menambah ilmu pengetahuan teman-teman mahasiswa untuk dalam hal pembuatan skripsi pada saat sidang meja hijau yang akan datang.”

Pembicara seminar Awaluddin M.Siregar,ST,S.Pd,MP selaku penulis Buku yang ber judul “Regulasi Penetapan Status Perlindungan Ikan Terubuk” ini menyampaikan dengan Buku ini di harapkan sebagai panduan untuk literasi tentang Ikan terubuk, yang dimana belum ada terbit buku tentang ikan terubuk ini, dan di harapkan sebagai acuan untuk adik-adik mahasiswa untuk meneliti ikan terubuk ini ke jurnal atau penelitian selanjutnya.

Ikan Terubuk dikenal sebagai hasil tangkapan bernilai ekonomi tinggi sejak abad ke 16 khusus telurnya, sebagaimana disebut oleh Pengelana Portugis bernama Mandek Pinto yang mengarungi Selat Malaka pada tahun 1593.

Ikan terubuk ini mempunyai sifat Hermaprodit Proandri mengalami siklus hidup dalam waktu kurang dari dua tahun (18 bulan) pada tahun Pertama kehidupannya akan dilalui sebagai Jantan atau disebut Pias, dan pada tahun Kedua akan berganti kelamin menjadi betina itulah Terubuk, ikan ini diketahui berpijah sepanjang tahun disekitar muara sungai barumun, ikan ini pemakan plankton populasinya saat ini sangat menurun bahkan sedikit sekali yang dapat ditangkap nelayan.

Hal ini sangat dimungkinkan karena telah mengalami tekanan ganda yaitu akibat penangkapan secara terus menerus terhadap Ikan Terubuk guna diambil ganat matangnya (telur), dan kecendrungan degradasi lingkungan akibat dampak pencemaran lingkungan saat ini.

 


 

” Dimana dalam buku ini di uraikan tentang pertama Buku ini sangat penting dan bermanfaat karena memaparkan tentang ikan terubuk (Tenualosa ilisha) yang hidup dan berkembang biak di wilayah perairan Sungai Barumun, Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara. Dimana ikan terubuk ini merupakan makanan khas para Raja-Raja sekitar pesisir Pantai Labuhanbatu, ” Ungkap Awal Siregar yang merupakan Alumni Magister Agribisnis Universitas Medan Area.

Kedua didalam penyajian buku ini ada budaya ke arifan lokal yang di miliki masyarakat pesisir pantai Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara, seperti Arung Laut yang sampai saat ini masih di lestarikan oleh petani nelayan dalam melakukan penangkapan Ikan, ” kata Awal Siregar yang merupakan Dosen di Universitas Islam Labuhanbatu (UNISLA).

Selanjutnya menurut Awal Siregar yang merupakan seorang Guru di sekolah SMKS Pemda Rantauprapat, Ketiga Buku ini menjelaskan tentang dengan adanya Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor: 43/KEPMEN-KP/2016 tentang Penetapan Status Perlindungan Terbatas Ikan Terubuk (Tenualosa ilisha) sehingga kelestarian ikan terubuk ini tetap terjaga, dimana sebelum adanya Kepmen ini Kelestarian Ikan terubuk ini hampir sempat punah.”

Keempat Buku ini juga menerangkan Efektivitas dari implementasi Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor: 43/KEPMEN-KP/2016 tentang Perlindungan Terbatas Ikan Terubuk (Tenualosa ilisha) terhadap ketersediaan sumber daya ikan secara yuridis dan dilihat dari hasil tangkapan para nelayan mengalami peningkatan dan cukup efektif , sehingga peningkatan hasil tangkap ini terlihat setelah pemberlakukan Kepmen Nomor: 43/KEPMEN-KP/2016, sehingga peningkatan pendapatan hasil tangkapan ikan terubuk terhadap nelayan masyarakat di pesisir Pantai Labuhanbatu, tutupnya. (BP)

  • Bagikan