Kades Desa Sidua-dua, Pembangunan Tembok Penahan Ruas Jalan Sudah Sesuai Draf

  • Bagikan

Labura, Metro24sumut.com| Pembangunan tembok penahan ruas jalan dengan panjang 220 meter, yang tidak menggunakan besi coran baik tiang maupun balok di dusun VIII desa Sidua-dua sudah sesuai dengan ketentuan juknis, dan draf pengadaan barang dan jasa konstruksi yang bersumber dari Dana Desa (DD).

Kepala Desa Sidua-dua, Sahrul Hidayat Silaen menyampaikan kepada wartawan melalui via telefon whatshapp, bahwa pembangunan tembok penopang ruas jalan sudah tidak menyalahi ketentuan dan ketetapan juknis, dan draf pembangunan.

“ Iya, itu pembangunan sudah sesuai dengan ketentuan, dan itu sudah mau selesai minggu ini. Jadi tidak ada kesalahan lagi dalam pembuatan pembangunan jalan tersebut.” Cetusnya, Sabtu (8/1/2022)

Dia juga menambahkan saat menjawab konfirmasi wartawan, bahwa pembangunan jalan tersebut sebelum bulan ini berakhir sudah selesai. Dan ia juga membenarkan, semua pembangunan ruas jalan di areal persawahan yang sangat panjang 220 meter kanan, kiri tersebut memang tidak menggunakan besi coran, dan pembuangan air, sebab jalan sudah memiliki paret pembuangan.

“Itu memang tak menggunakan besi coran, dan pakai lobang resapan air. Karena itu jalan sudah memiliki paret pembuangan air, dan itu sudah sesuai ketentuan.” Ucapnya.

Saat Awak Media menanyakan Juknis, draf pembangunan, kapan dimulai, kapan berakhir, berapa besaran anggaran, dan kontraktor pelaksana proyek bersumber Dana Desa (DD) itu, sebab pelaksanaan proyek pembangunan penopang ruas jalan diduga tidak menggunakan plank proyek.

“Masalah plank proyek itu ada, tapi digulung. Karena tidak bisa dijamin disana, takut hilang atau dirusak, semua Pak Jepi yang tau, karena dia yang lebih tau itu semua. Kalau masalah juknis dan draf pembangunan itu ada, tapi pak Jepi juga yang tau juga itu, kapan dimulai, dan besaran anggarannya itu saya lupa pulak. Kalau berakhirnya itu, mungkin satu atau dua minggu ini siaplah itu,” mengatakan.

Warga yang menilai disana, yang tak menyebutkan namanya itu, mengatakan terkait pelaksanaan proyek pembangunan penopang ruas jalan yang kondisi dan keberadaan dipersawahan itu, diduga sangat memprihatinkan dan banyak kejanggalan dan ketidak sesuaian, sebab bangunan sepanjang itu dipersawahan tidak menggunakan besi coran itu sepertinya percuma, Karena akan mudah hancur dan ambruk.

“Itu bangunan sepanjang 220 meter, dipersawahan tidak menggunakan tiang coran pakai besi percuma. Sebab, itu bangunan nanti mudah pecah dan rompal. “Menyampaikan

Lanjut warga, sekiranya Kepala Desa Sidua-dua tersebut agar bijaksana dalam membauat sebuah kebijakan dalam mengembangkan desa, seperti memanfaatkan SDM dan SDA yang ada disana, bukan hanya sekedar membangun aja, dan mendapatkan sebuah keuntungan saja.

“Dalam pembangunan Desa yang munggunakan DD atau ADD Desa, seperti pembangunan fisik, rabat beton, paret, dan lain-lain, seharusnya memanfaatkan SDA dan SDM yang ada didesa ini, serta Kepala Desa itu harus bijak dalam melaksanakan pembangunan tersebut, bukan hanya membangun dan dapat untung. Pembangunan yang ada di Desa Sidua dua ini seolah-olah tidak ada lagi yang prioritas, dan kiranya bangunlah sesuai dengan kemanfaatan masyarakat desa.” Tutupnya (TT)

  • Bagikan