Merinding Mendengarnya, Janda Tua dan Anak Yatim Pedagang di Lelo Berdoa Menangis Bersimpuh ” Semoga Allah Membalas Yang Dzolim”

  • Bagikan

SERGAI, Metro24Sumut.com. |        Nenek Katinem (61), bersama cucunya Putri (10), seorang anak Yatim yang bertempat tinggal d kampung Senayan Pekan Selasa Sina Kasih, Desa Simpang Empat, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara,menangis Histeris saat ratusan personel Satpol-PP kabupaten Sergai memaksa tutup para pedagang Pekan Minggu Lelo yang berlokasi di dusun X Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah pada Minggu 9 Januari 2022 sekira pukul 15,30 WIB.

Katiniem seorang janda tua yang murka melihat cucunya yang yatim itu terinjak oleh oknum satpol PP dengan di paksa tutup dagangannya memohon sambil menangis agar Jangan ditutup dagangan kue dan beberapa ikat sayur kangkung dan 2 sisir pisang agar laku terjual.

Namun teriakkan dan tangisan seorang anak Yatim serta keluhan janda tua itu untuk mencari sesuap nasi dan memberi makan cucu yang sudah yatim itu tak membuat hibah para personel penegak perda tersebut. Ironisnya para oknum Satpol PP tersebut malah memasukkan dagangannya ke dalam sebuah goni karung plastik.

Dengan bersimpuh dan menangis Karniem pun berdoa memohon kepada Allah SWT agar di berikan kekuatan dan berharap agar Allah memberikan balasan kepada orang yang mendzolimi dirinya.

” Ya Allah berilah balasan kepada para orang yang dzolim kepada anak Yatim,” ucapannya usai melemparkan Kue dan pisang dagangannya dihadapan personel satpol PP.

Dalam suasana itu amatan wartawan dilokasi Dengan sigap beberapa personil Polres sergai langsung membantu dan menggendong Nek Karniem dan cucunya ke lokasi yang lebih aman.

Sebelumnya betapa terkejutnya Nek Katinem bersama cucunya saat ratusan Satuan Satpol PP memaksa para pedagang agar segera menutup dagangannya dan saling bentrok.

Bukan sekedar trauma, Putri, pelajar kelas IV yang bersekolah di SD Sina Kasih ini, kakinya pun ikut terinjak dan menjerit saat Satuan Satpol PP bentrok dengan pedagang.

Bentrok Satpol PP dengan Pedagang Pasar Lelo Sei Rampah.
Nek Katinem saat di lokasi kepada wartawan, Minggu (9/1/2022) sore mengatakan, “saya dan cucuku sama sekali tidak mengetahui akan adanya bentrok seperti ini, dan saya membawa dagangan untuk dijual lumayan jauh dan saya sudah belasan tahun berjualan di Pasar Lelo, namun baru kali ini saya merasakan penderitaan sebagai pedagang”.

“Coba lihat yang saya jual cuma daun singkong, jantung pisang dan juga kue, ini semua untuk menghidupi cucu saya yang masih sekolah, dia juga sebagai anak yatim”, urainya.

Sementara itu Kasatpol-PP Serdang Bedagai Wahyudhi saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di lokasi Pekan lelo terkait penertiban pekan Lelo tersebut enggan memberikan jawaban. (*)

  • Bagikan