Kapolsek Kualuh Hulu Di Desak Tangkap “Marisi” Terduga Bandar Narkoba Di Kualuh Selatan

Labura, metro24sumut.com | Penangkapan tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu, Ansari Munthe alias Icay (35) dari perkebunan kelapa sawit warga di Dusun 2 Kampung Tengah, Desa Siamporik Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) saat di Introgasi personil Polsek Kualuh Hulu, disaksikan Kepala Dusun 2 Kampung Tengah, dan warga disana, bahwa dia mendapatkan barang haram tersebut dari Marisi warga Dusun II Gunung Lonceng, Desa Lobuhuala.

Kepala Dusun 2 Kampung Tengah, Rijal Darwin Hasibuan saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, “saat penangkapan saya ada disana sama warga, menyaksikan dan mendengar pak polisi saat menginterogasi si Icay, ditanyakan sama dia, dari mana kau mendapatkan barang ini? Jawab dia, dari Marisi pak. Dia, orang Gunung Lonceng pak. Itu lah yang saya dengar saat itu dia ucapkan sama pak Polisi. Habis itu, dia dibawalah sama polisi, dan selebihnya saya gak tau, langsung dibawa kekantor Polisi atau menuju kerumah si Marisi, itu gak faham lagi, karena kita tidak mengikutinya lagi.” Jelas Rijal Darwin Hasibuan. Kamis, (17/3)

Senada dengan pengakuan masyarakat Desa Siamporik, yang tak mau namanya disebutkan, juga menyampaikan, bahwa bukan rahasia umum lagi di Desa Siamporik ini, kalau si Marisi, merupakan bandar besar narkoba didaerah tersebut.

“Jadi, apa yang disaksikan kepala Dusun itu, saat Polisi itu benar adanya. Karena, saya juga berada disana bersama-sama kepala Dusun, saat Polisi menginterogasi si Icay, darimana dia mendapatkan barang haram tersebut dari Marisi warga Dusun II Gunung Lonceng, Desa Lobuhuala.” Ucap warga

Melihat hal ini, Ketua DPD LSM LPPN Labura, Bangkit Hasibuan, angkat bicara terkait penangkapan tersangka pengedar narkoba, Ansari Muthe alias Icay (35) Senin (16/3) dari kebun kelapa sawit warga disana, mendesak Kapolsek Kualuh Hulu, AKP. IS. Gunarko, untuk mengembangkan permasalahan untuk menangkap Marisi, yang diduga kuat sebagai Bandar narkoba jenis sabu-sabu di wilayah Kualuh Selatan. Dan itu dibenarkan tersangka pengedar saat ditanyai pihak Polsek Kualuh Hulu saat melakukan introgasi.

“Kapolsek dalam hal ini, harus cepat mengambil langkah melakukan pengembangan untuk mencari tau keberadaan marisi. Sebab, sesuai dengan pengakuan yang telah diperoleh dari tersangka, bahwa dia memperoleh barang haram tersebut dari Marisi,” Bangkit Hasibuan, menegaskan. Senin, (21/3/2022)

Lanjut, Bangkit Hasibuan, dalam penegasannya bahwa dia menduga informasi yang diperoleh Polisi dari tersangka Icay, yang tertangkap tidak dilakukan pengembangan untuk melakukan penggerebekan dan penggeledahan rumah Marisi, yang diduga sebagai bandar narkoba sumber tersangka mendapatkan barang haram sabu tersebut.

“Seharusnya, pihak kepolisian bisa menggelandang tersangka yang tertangkap untuk dibawa menggrebek dan menggeledah rumah Marisi saat itu, dengan berkoordinasi dengan pihak aparat Desa Lobuhuala, atas pengembangan mereka, memperoleh informasi dari tersangka yang sudah tertangkap. Kalau tidak ditemuka, pihak kepolisian dapat melakukan upaya pengintaian, yang mana pihak Polsek memiliki intel atau Informan, untuk dapat mengetahui Marisi, dan melakukan penangkapan terhadap dia selaku bandar yang dinyatakan oleh pengedar.” Tutupnya (mtr24su/tt)