News  

Tanggapan Ketua DPC FERARI Langkat ,perihal Vidio Viral penangkapan DiBinjai yang di duga Oknum Aparat Penegak Hukum Melakukan Rekayasa Kasus

Langkat Metro24sumut.com|Beredarnya video di salah satu warnet di jalan Gatot Subroto Kecamatan Binjai Barat Kota Binjai, 19 Maret 2022, sontak membuat masyarakat kaget.

Pasalnya dalam video tersebut, di duga telah terjadi penangkapan yang di lakukan oleh dua orang yang di duga oknum aparat penegak hukum (APH),-

Di minta tanggapannya via telepon prihal video tersebut,

*UKURTA TONI SITEPU, SH – Ketua DPC FERARI Kabupaten Langkat* angkat bicara : Jadi begini bang, Penjebakan adalah salah satu bagian dari Rekayasa Kasus atau juga Skenario Kasus.

Makamah Agung (MA) dalam putusannya bernomor 401 / K / Pid.Sus / 2012. Menyatakan bahwa aparat penegak hukum (APH) sering sekali melakukan penjebakan / rekayasa kasus terhadap barang bukti yang seolah olah milik seseorang, (khususnya dalam kasus Narkoba).

Dalam putusan majelis kasasi tertanggal 12 Maret 2014, Makamah Agung (MA) menyatakan dengan tegas bahwa di dalam negara hukum tidak di benarkan adanya penegakan hukum melakukan penjebakan / rekayasa kasus.

Karena metode penyidikan dan penyelidikan dengan menggunakan sistem teknik penjebakan jelas bertentangan dengan hukum acara pidana. *Terang Ukurta Toni Sitepu, SH.* kepada awak media.

Dari video yang beredar luas, di ketahui bahwa seseorang dengan menggunakan kendaraan roda dua jenis metic masuk ke dalam warnet dan memanggil seseorang lainnya untuk keluar..

Kemudian orang yang mengenakan baju berwarna biru muda memberikan sesuatu kepada orang tersebut (di duga Narkoba)..

Dan tak lama kemudian tiba tiba datang 2 orang berpakaian berwarna merah dan hitam dengan mengendari roda dua jenis metic langsung melakukan penangkapan.

Anehnya orang yang menggunakan baju berwarna biru muda di biarkan pergi begitu saja.

Jelas ini adalah tindakan keji dan tidak di benarkan, jika benar nantinya kedua orang tersebut adalah oknum aparat penegak hukum, maka mereka telah mencederai rasa keadilan dan ini sangat memalukan. *Lanjut Ukurta Toni Sitepu, SH yang juga Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Perlindungan Anak dan Perempuan Indonesia (YLBH PAPI).*

Belum lagi redah berita tentang Kota Binjai yang di nobatkan sebagai peringkat pertama dalam penyalahgunaan Narkoba dari 33 kabupaten kota di Sumatra Utara, sudah terjadi lagi hal seperti ini.

Seperti mengharap emas yang jatuh dari langit, bagaimana mungkin pemberantasan Narkoba dapat terwujud, bila yang di hukum adalah masyarakat yang tak mengerti apa apa, sementara bandar bandar dan para pengedar Narkoba bebas berkeliaran.. sungguh ironis. *Ucap ketua DPC FERARI Kabupaten Langkat tersebut.*

Kami meminta kepada Bapak Kapolres Binjai dan Bapak Kapolda Sumut untuk mengungkap dan menjelaskan kasus ini secara terang.

Benar atau tidak nya kedua orang yang melakukan penangkapan adalah oknum polisi, hanya pihak Polres Binjai yang dapat menjelaskan nantinya.

Dan apabila benar kedua nya adalah oknum polisi, maka dengan tegas kami meminta kepada Bapak Kapolres Binjai, agar kedua oknum tersebut di proses hukum (bila perlu di lakukan pemecatan), karena di kawatirkam akan semakin banyak korban tak bersalah yang akan di jatuhi hukuman (di penjara). *Tutup Ketua Advokasi PWRI Kabupaten Langkat – Ukurta Toni Sitepu, SH yang berbicara pada awak media ,

Semoga dengan kejadian ini tidak terulang kembali agar masyarakat nyaman aman di lingkungannya tetap waspada tentang bahaya narkoba

Pewarta (LF)