Tanggapi Pengaduan Masyarakat, DPRD Komisi B Binjai Adakan RDP Dengan DLH

Binjai, Metro24sumut.com| Berdasarkan laporan warga komplek perumahaan Graha Bali Braharang Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai , terkait adanya dugaan bauk limbah dan Polusi Asap, Anggota Komisi B DPRD Kota Binjai melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai , Senin (20/03/2022), Pukul 09.00 Wib.

Rapat ini di pimpin langsung oleh ketua Komisi B M.Atan dari Fraksi PDI, didampingi Ardiansyah, Sawit dan Joko Basuki dari fraksi Gerindra serta dihadiri langsung Dinas Lingkungan Hidup diwakili Kabid PENDAL Emil.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) itu, Joko Basuki mengatakan, laporan dibuat ke wakil rakyat karena sudah merasa resah dengan keberadaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Mini, pasalnya diduga Bauk limbah yang tak sedap dan mencium polusi asap menyelimuti komplek perumahan Graha Bali setiap harinya.

“Saya tidak melarang perusahaan beroperasi namun jagalah lingkungan sekitar, kata pihak Dinas Lingkungan Hidup kota Binjai mereka sudah turun ke lokasi dan duluan pabrik tersebut beroperasi dari pada perumahan Graha Bali, katanya perumahan Graha Bali selesai ditahun 2021, cuma nanti kita cek kelokasi,” ucap Joko Basuki pria yang selalu tanggap atas keluhan masyarakat ini.

Gbr. Joko Basuki dari Fraksi Gerindra saat diwawancari dan menegaskan akan memanggil pihak pemilik pabrik

Joko Basuki juga menegaskan, pihaknya akan memanggil pemilik pabrik dan warga yang merasa keberatan.

“Akan kita jadwalkan kembali untuk pemanggilan terhadap pemilik pabrik dan juga warga yang selama ini mengeluh atas keberadaan PKS mini, kita tunggu saja ya,” ujarnya.

Selain itu, dalam Rapat dengar pendapat diruangan Komisi B tersebut, Ardiansyah terkesan mengucilkan atas laporan warga perumahan Graha Bali.

Disitu ia mengatakan, apa benar laporan warga ke DPRD memang warga situ, takutnya bukan, hanya ada kepentingan saja,” ucapnya sambil tersenyum.

Sementara itu, SW.Nasution dari rapat tersebut ia memberi saran atau solusi kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup agar mereka memberi sosialisasi kepada warga sekitar, agar corong asap tersebut dinaikan,

“Sampaikan aja seperti itu kepada warga, buat sosialisasi bilang corong asap pabrik nanti akan dinaikan,” katanya saat rapat.

Turnip