Berita  

PTPN-2 Pertahankan HGU 62 Penara Kebun Tanjung Garbus,Desa Penara Kebun,Kecamatan Tanjung Morawa

Deliserdang, metro24sumut.com | PT. Perkebunan Nusantara 2 mempertahankan areal Hak Guna Usaha (HGU) Nomor : 62 Penara yang berlokasi di Afdeling III Penara Kebun Tanjung Garbus,Desa Penara Kebun,Kecamatan Tanjung Morawa,Kabupaten Deli Serdang, Rabu (30/03/2022).

Menurut keterangan Humas PTPN-2 Rahmat Kurniawan bahwa Pengadilan Negeri Kecamatan Lubuk Pakam akan melaksanakan pengukuran ulang (konstatering) terhadap lahan PTPN-2 yang berlokasi di Afdeling III Penara Kebun Tanjung Garbus,Desa Penara Kebun seluas 464 yang merupakan tahapan untuk di laksanakan nya eksekusi,Rabu (30/03/2022).

” Terkait dengan perkara di Afdeling III Penara,PTPN-2 sedang melakukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) berdasarkan Akta Permohonan Peninjauan Kembali Nomor 4/2022 tanggal 16 Maret 2022,” jelas Rahmat seraya bilang jika pihak nya telah buat laporan atas dugaan tindak pidana pemalsuan surat atau menggunakan surat palsu sebagaimana di maksud dalam Pasal 263 KUHPidana di Polda Sumut.

” Termasuk proses penyelidikan tindak pidana korupsi di Pidsus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan perlawanan atas penetapan eksekusi (verzet) Karena nya PTPN-2 keberatan atas rencana Pengadilan Negeri Kecamatan Lubuk Pakam melaksanakan eksekusi atas lahan Afdeling III Penara Kebun Tanjung Garbus selain karena masih ada upaya hukum yang di tempuh oleh PTPN-2 juga terbukti bahwa Objek Perkara dengan Objek Eksekusi berbeda,” sebut Rahmat.

Yang menjadi Objek Perkara,lanjut Rahmat,merupakan tanah Eks PTP IX sedangkan tanah yang menjadi Objek Eksekusi merupakan tanah Eks PTP-2,
” Selain itu PTPN-2 dapat membuktikan bahwa surat-surat yang di gunakan oleh masyarakat dalam mengajukan gugatan di Pengadilan Negeri Kecamatan Lubuk Pakam di duga palsu,Dan terkait hal tersebut PTPN-2 sudah melaporkan nya ke Polda Sumut,” beber Rahmat.

Masih kata Rahmat,Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Utara saat ini juga sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi atas permasalahan lahan Afdeling III Penara Kebun Tanjung Garbus milik PTPN-2.

” Afdeling III Penara di peroleh Negara Republik Indonesia dari Nasionalisasi Perusahaan Belanda berdasarkan Undang-undang Nomor : 86 Tahun 1958 jo Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 1959,Dengan demikian tidak mungkin lahan Afdeling III Penara merupakan milik masyarakat,” tegas juru bicara PTPN-2 di dampingi Kabag Hukum
PTPN-2 Ganda Wiatmadja di lokasi kebun sawit Afd III Penara.

Afdeling III Penara Kebun Tanjung Garbus saat ini,jelas kedua nya, masih merupakan aset negara sesuai dengan Sertifikat HGU Nomor : 62 Penara yang berlaku hingga tahun 2028.

” Lahan HGU tersebut masih di kuasai dan di usahai oleh PTPN-2,” tutup kedua nya.

Dari pantauan wartawan langsung di lokasi,ratusan karyawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Perkebunan (SPP) PTPN-2 dan petugas sekurity menolak rencana pengukuran ulang tersebut,Mereka pun turun ke lokasi dan berjaga di lahan HGU 62 Penara.

Mereka sempat berhadap-hadapan dengan massa berkaos bertuliskan HKTI di tepi jalan dari arah Bandara Kualanamu menuju Tanjung Morawa, Tidak berapa lama massa berkaos HKTI pergi menjauh dari lokasi yang mendapat pengawalan ketat dari petugas Polsek Tanjung Morawa Jajaran Polresta Deli Serdang.

Turut hadir di lokasi Direktur PTPN-2 Irwan Perangin-angin,SEVP Operation RM Mulianta Sitepu,SEVP Business Support Syahriadi Siregar,SEVP Manajemen Asset Pulung Rinandoro, Ketum SPP Mahdian Tri Wahyudi beserta Kepala Bagian Pengamanan Asset Ridho Manurung,termasuk Kabag Sekretariat Perusahaan Henny Mailena Siregar,Manajer Kebun Tanjung Garbus Irfan Husni,Manajer Kebun Bandar Khalifah Ade Evi, Papam PTPN-2 Budi Nainggolan, ratusan anggota Serikat Pekerja Perkebunan (SPP) PTPN – 2 dan karyawan PTPN – 2.(Dodi)