Berita  

PN Rantauprapat Gelar Sidang Gugatan Nasabah Bank Sahabat Sampoerna Cabang Rantauprapat

Labuhanbatu,Metro24Sumut.com

Sidang lanjutan kembali digelar di Pengadilan Negeri Rantauprapat dengan pihak yang berperkara antara Sudisman Selaku Penggugat dan pihak Bank Sahabat Sampoerna selaku tergugat, Rabu (I3/4/2022), di Kantor Pengadilan Negeri Rantauprapat Jl.SM.Raja arantauprapat Labuhanbatu.

Sidang ini di lakukan setelah sudisman selaku debitur melakukan gugatan terhadap pihak Bank yang diduga melakukan upaya eksekusi atas aset Debitur secara sepihak.

Melalui Kantor Kuasa Hukum Beriman Panjaitan, SH & Rekan, Disman sang debitur melayangkan gugatan perbuatan melawan hukum ke Pengadilan Negeri Rantauprapat dengan register No.24/Pdt/G/PN.Rantauprapat.

Adapun dasar gugatan ini bermula dari ikatan perjanjian kredit Nomor 78 tertanggal 24 Oktober 2014 dengan nilai 1 Milyar dengan jangka waktu tenor 60 bulan. Dan perjanjian kredit nomor 32 tanggal 8 Juni 2015 dengan nilai 1.5 milyar dengan jangka waktu tenor 84 bulan.

Dalam kurun waktu berjalan debitur selaku penggugat telah melakukan kewajiban dengan membayar setiap bulan kepada Bank Sahabat Sampoerna Cabang Rantauprapat selaku pihak yang digugat di Pengadilan Negeri Rantauprapat.

Lalu dikarenakan pihak penggugat mengalami kesulitan ekonomi, sehingga tidak mampu melaksanakan kewajiban seperti biasanya disebabkan penggugat mengalami keterpurukan ekonomi yang diperparah dengan dampak virus covid I9 serta harus merawat istri dan orangtuanya yang mengalami sakit bertahun tahun, sehingga istrinya dan orangtuanya pun telah meninggal dunia,” ujar Pengacara Top Labuhanbatu Raya Beriman Panjaitan, SH.”

Gugatan ini dilakukan karena pihak Bank melakukan pelelangan aset yang dimiliki klienya itu tanpa memperdulikan semua aturan yang berlaku dalam proses pelelangan aset yang jadi agunan nasabah tidak sesuai SOP (Standar Operasional Presedur).

Beriman Panjaitan,SH berharap dengan berjalannya proses di pengadilan ini akan menjadi sebuah kepastian hukum, bagi klienya untuk mencari keadilan hukum, biar pihak Bank tidak semena-mena kepada kreditur dalan proses pengikatan kredit perbankan, karena semua itu di atur oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Sebenarnya sudah baik SOP perbankan sesuai dengan OJK, tetapi akibat perbuatan oknum pegawai Bank yang menyalah gunakan wewenang tersebut sehingga banyak yang di langgar SOP tersebut sehingga timbullah permasalahan ini, untuk itu klien kami Sudisman melakukan gugatan agar mendapat kepastian hukum tentang Undang undang Perbankan dan Peraturan OJK,”tutup beriman.