News  

Demo di Kejatisu, RAKSAHUM Minta Hukum Mati Tersangka Mafia Minyak Goreng dan Periksa Menteri Perdagangan RI

Medan, metro24sumut.com | Puluhan massa tergabung dalam Rakyat Untuk Keadilan Supremasi Hukum (RAKSAHUM) yang terdiri dari beberapa Lembaga yakni, Komite Revolusi Agraria, Srikandi Sahabat Rakyat, Resbon, GMASI, Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup Sumut dan Petani Kecil Kelapa Sawit Nasional (PEKASAWITNAS) berdemo di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jalan AH Nasution, Selasa (26/4/22).

Masing-masing dari Lembaga yang tergabung dalam RAKSAHUM menyampaikan orasinya terkait kelangkaan dan harga yang melambung tinggi minyak goreng (Migor) yang dilakukan para mafia-mafia minyak goreng.

Dalam orasinya RAKSAHUM meminta kepada Jaksa Agung Republik Indonesia ST. Burhanuddin melalui Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara segera memeriksa Menteri Perdagangan RI karena dinilai ada permainan dengan para mafia minyak goreng terkait Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi CPO yang sudah ditahan Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Selain dalam orasinya segera mencabut izin Hak Guna Usaha (HGU) PT Wilmar Group, PT Permata Hijau Group dan PT Musim Mas.

RAKSAHUM mendukung dan meminta Kejaksaan Agung RI dalam penegakan supremasi hukum yang tegas dan menuntut hukuman mati bagi pelaku kejahatan mafia minyak goreng tersangka IWW sebagai Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI, MPT selaku Komisaris Utama PT Wilmar Group.

RAKSAHUM juga menyampaikan beberapa tuntutan mendesak PT Wilmar Nabati Indonesia/Wilmar Group membuat komitmen baru dengan kebijakan ketahanan pangan minyak goreng bagi masyarakat lokal yang mana 65 % perkebunan sawit, pabrik CPO, pabrik minyak goreng dan lainnya berada di Indonesia dan meminta maaf kepada masyarakat Indonesia.

Dalam pernyataan sikapnya RAKSAHUM meminta kepada pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara harus menyampaikan secara tertulis aspirasi Masyarakat Sumatera Utara yang masing-masing telah ditandatangani dari beberapa orang yang mewakili lembaga yang turut berdemo seperti, Komite Revolusi Agraria, Srikandi Sahabat Rakyat, Resbon, GMASI, Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup Sumut (LKLH Sumut) dan Petani Kecil Kelapa Sawit Nasional (PEKASAWITNAS).

Aksi ini diterima oleh Staf Humas Kejatisu, Elisabet SH dan mengatakan berterimakasih telah menyampaikan aspirasinya mendukung Kejaksaan Agung Republik Indonesia telah menahan tersangka-tersangka Perkara Dugaan Korupsi CPO.

“Aspirasi ini akan saya sampaikan kepada pimpinan dan selanjutnya disampaikan ke Kejaksaan Agung,” ucapnya.

Selesai penyerahan surat aspirasi yang sudah ditandatangani masing-masing Lembaga ke pihak Kejatisu, para pendemo pun membubarkan diri.(Dodi)