Kades Rombisan Dituding, Klaim Lahan Warga Ada Jalan Desa

Labura, metro24sumut.com | Kepala Desa Rombisan, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura),Rijal Sipahutar tidak bersedia menandatangani surat jual beli tanah milik warganya, Rajali Siregar dan diduga justru menahan surat jual beli tanah tersebut dengan mengklaim di dalam lahan terdapat jalan Desa.

Hal itu dibenarkan Rijal Sipahutar kepada wartawan saat dihubungi via telefon belum lama ini, di dalam keterangannya Rizal mengakui memegang surat jual beli tanah warganya tersebut. Namun, dia tidak mau menanda tangani surat jual beli tersebut dikarenakan ada kesalahan sedikit yang ingin diperbaiki dalam surat, khususnya masalah batas-batas tanah yang tertera di surat tersebut.

“Saya tidak mau menandatangani surat jual beli tanah mereka. Sebab, didalam surat mereka itu, tidak ada dibuat batas-batas yang berbatas dengan jalan warga disana.”Ucap Rijal Sipahutar.

Lanjut, Rijal Sipahutar menegaskan bahwa dia sudah menyampaikan permasalahan tersebut kepada pemilik lahan.

Dan kepada warganya tersebut untuk meminta memperbaiki surat. Namun, sejak menyampaikan hal tersebut kepada suami/istri warganya, Rajali Siregar, tidak memberikan jawaban atas apa yang dia sarankan.

“Begini ya pak. Itu surat bukan saya tahan, namun karena dalam surat mereka itu tidak menerangkan batas lahannya tersebut dengan jalan warga disana. Jadi, mana mungkin saya tanda tangani itu pak surat. Kayak mana nanti kalau sudah kutanda tangani itu surat, dipalang orang itu jalan, dari mana jalan warga yang ada disana 6 – 7 rumah tangga disana, apakah dalam hal ini nantinya Kepala Desa yang bodoh?” jelasnya.

Menurutnya, jalan yang ada dilahan warga tersebut sudah ada sejak dia mulai menjabat Kepala Desa, dan sudah pernah mengajukan permohonan sebagai jalan Desa.

“Itu dulu jalan dibuat sudah cukup lama. Dan itu jalan dibuat oleh PT. Sirata-rata, bahkan jalan itu sudah lama digunakan warga disana. Jadi, hal inilah saya beralasan tidak mau menanda tangani surat jual beli itu, bukan menahannya. Saya menunggu jawaban mereka. Kalaupun memang bisa, kupulangkan itu surat habis maghrib ini,”tutupnya

Sayangnya, saat awak media ingin mempertanyakan langsung masalah legalitas jalan Desa tersebut ke Desa Rombisan, (26/4) kepada Kepala Desa justru tidak bisa ditemui dan saat mau dihubungin wartawan melalui telepon, namun jaringan telokumunikasi disana tidak ada.

Sementara itu, pernyataan Kepala Desa Rombisan, Rijal Sipahutar, dibantah  anak pemilik lahan pertama, Samsul Munthe.

Samsul angkat bicara membantah keras terkait Klaim jalan Desa ada pada lahan orang tuanya yang telah dijual kepada Rajali Siregar.

“Dasar apa Kepala Desa mengatakan disana itu ada jalan Desa. Sedangkan saya sebagai anak pemilik lahan yang tau persis lahan itu mulai diusahai, dibuka, dan sampai tanam, tidak ada jalan milik Desa disana.” Jelas Samsul.

Adapun jalan disana yang dimaksud Kades, merupakan jalan PT. Sirata-rata untuk mengeluarkan bahan balok mereka. Yang sifatnya pinjam pakai dari orang tuanya.

“Disana adapun jalan yang sekarang dimaksudnya itu, dahulu dibuat PT, namun sifatnya mohon pinjam pakai, bukan jalan umum, atau jalan Desa. Karena, dulu pun sempatnya itu jalan dibuat palang sama bapak saya, karena lahan area disana sudah sangat hancur. Dan aku lebih tau persis dibandingkan Kepala Desa pada masa itu masih kecillah itu, kami usahai, jadi dia gak faham masalah jalan itu ada disana.” Tegasnya (mtr24su/tt)