banner 728x90

Dugaan Penganiayaan Jumanto, Polsek Pulau Raja Periksa 2 Saksi

Asahan, Metro24sumut.com| Pemeriksaan saksi dugaan tindak pidana penganiayaan oleh Jumanto (57) warga Dusun V, Desa Leidong Barat, Kecamatan Aek Leidong, Kabupaten Asahan, terhadap Armi Syahputra (25) warga Dusun IV, Desa Leidong Timur, Kecamatan Aek Leidong, Kabupaten Asahan, di Mapolsek Pulau Raja, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan.

Pemeriksaan 2 saksi dugaan tindak pidana penganiayaan Jumanto (57) warga Dusun V, Desa Leidong Barat, Nur Aisyah (23) istri korban, dan Imam Afrizal (24) yang saat itu berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Dusun IV, Leidong Timur, yang sempat melerai kejadian dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap korban.

Berdasarkan Laporan Polisi (LP) nomor STPL/46/V/2022/SU/Res Ash/Sek P. Raja, tanggal 29 Mei 2022, dengan Perkara Penganiayaan. Kapolsek Pulau Raja, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, AKP. Maralidang Harahap, melalui Juper Bripka. Feri Hutagaol, melakukan pemanggilan, dan pemeriksaan terhadap 2 saksi penganiayaan.

Gbr. Laporan Polisi (LP) nomor STPL /46/V/ 2022/SU/Res Ash/Sek P. Raja, tanggal 29 Mei 2022.

Menindaklanjutin hal inilah wartawan mengkonfirmasi secara langsung Juper Mapolsek Pulau Raja, Bripka. Feri Hutagaol, setelah melakukan pemeriksaan terhadap 2 saksi dugaan tindak pidana penganiyayaan yang memakan waktu kurang lebih 2 Jam lamanya diruangan.

Bripka. Feri Hutagaol, mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan masih sebatas wawancara memintai keterangan dari para saksi kejadian dugaan tindak pidana penganiyayaan, belum dapat melakukan penyelidikan, dan sampai pada penyidikan. Sebab, peraturan terbaru Perkap. Nomor 6 Tahun 2019 mengharuskan gelar perkara terlebih dahulu di Polres.

“Oke bang. Proses awal sudah kita lakukan terhadap laporan ini, dan kita menunggu dilakukannya dulu gelar perkara di Polres, barulah kita dapat melakukan tahapan penyelidikan, dan apakah bisa sampai pada penyidikan, dan itu sudah sesuai dengan peraturan terbaru sekarang, karena sekarang sudah susah bang, gak seperti dulu bisa kita lakukan proses langsung, gak meski nunggu gelar perkara dari Polres.”Ucap Juper, Bripka. Feri, Rabu (1/6/2022)

Lanjut, Juper Bripka. Feri Hutagaol, melanjutkan penjelasannya pada wartawan, bahwa dia mencontohkan setiap sebuah peristiwa kejadian seperti yang sedang berproses ini belum bisa mereka sebagai Juru Periksa (Juper-red) langsung menentukan tindak pidana terhadap kejadian sebelum dilakukan gelar perkara di Polres.

“Yang pasti bang, masalah ini sudah kita tangani dan kita lakukan prosesnya dengan maksimal. Pastinya, tinggal kita tunggulah bang prosesnya. Sebab, gak mungkin 1 LP kita antarkan ke Polres itu, sebab capek kita bolak balik ke Polres yang memakan waktu 1 Jam perjalanan hanya mengantar beberapa berkas. Dan ini pun masih banyak LP yang belum kita antarkan, paling tidak sekali gus bang. Jadi gak capek awak bang.” Tegasnya, sembari menunjukkan LP yang menumpuk diatas meja. (mtr24su/tt)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif