banner 728x90

Dialog Publik Sumatera Utara Berkibar (SUAR), Boby : Birokrasi Gercep Dimulai Dari Aparaturnya

Medan, Metro24sumut.com | Anak Sumatera Utara (Sumut) dan khusnya Medan untuk berkolaborasi bersama Wali Kota Bobby Nasution dalam mewujudkan birokrasi gerak cepat (gercep). Hal tersebut dikatakan Sekretaris Umum DPP GAMPI Sahat Martin Philip Sinurat saat menjadi narasumber dalam dialog publik yang bertemakan Birokrasi Gercep dan Transparan Kunci Membangun Daerah di Le Polonia Hotel Medan, Jum’ at (10/6-2022).

“Birokrasi yang lambat dan berbelit-belit, akan menyebabkan pemborosan (inefisiensi) anggaran. Pekerjaan tertunda dan pembangunan pun bisa tersendat,” ujar Sahat Martin Philip Sinurat.

Dialog publik yang digagas organisasi Sumatera Utara Berkibar (SUAR) Sumut ini, juga menghadirkan Wali Kota Medan Bobby Nasution sebagai narasumber.

Karena itu, kata Sahat Sinurat, generasi muda yang umumnya memiliki semangat, idealisme, dan kecepatan harus ikut terlibat melakukan pembangunan dengan masuk ke dalam sistem pemerintahan ataupun berperan dari luar sistem.

Menurutnya, untuk membangun organisasi pemerintahan dan birokrasi yang gercep, dibutuhkan sistem yang baik dan pemimpin yang baik. Birokrat dan masyarakat butuh inspirasi dan contoh dari pemimpin yang baik. Sehingga teladan dari pemimpin akan diikuti juga oleh jajaran pemerintahan dan masyarakat.

“Kita semua berharap, akan semakin banyak generasi muda yang melakukan peran, seperti yang telah dilakukan oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution dan banyak generasi muda lainnya di berbagai daerah,” tutur Sahat sembari mengajak generasi muda Sumut untuk berkolaborasi.

Gbr. Acara diawali dengan deklarasi sekaligus pengukuhan kepengurusan SUAR Sumut.

Sebelumnya, Wali Kota Bobby Nasution menyatakan, birokrasi gerak cepat (gercep) dalam melayani, dapat diwujudkan dengan cara mendekatkan jarak antara pemerintah dan masyarakat.

Dengan begitu, masyarakat dapat merasakan hadirnya pemerintah dan persoalan yang dihadapi masyarakat dapat terselesaikan. Selain itu birokrasi gercep hanya akan dapat terwujud melalui kolaborasi.

“Kolaborasi tetap menjadi kunci. Birokrasi gercep itu dimulai dari dalam, dari aparaturnya. Artinya, pemerintah melalui aparatur harus membuka ruang selebar-lebarnya bagi masyarakat untuk menyampaikan dan melaporkan apa yang menjadi keluhan, kendala dan permasalahan mereka,” tutur Bobby Nasution.

Pada kesempatan itu, sebelum dialog, acara diawali dengan deklarasi sekaligus pengukuhan kepengurusan SUAR Sumut terlebih dahulu.

Bertempat di Lee Polonia Hotel Medan digelar Deklarasi Sumut Berkibar dan Dialog Publik bersama Walikota Medan Bobby Nasution dengan tema Birokrasi Gerak Cepat Dan Transparan Kunci Membangun Daerah.Birokrasi gerak cepat (gercep) dalam melayani dapat diwujudkan dengan cara mendekatkan jarak antara pemerintah dan masyarakat. Dengan begitu masyarakat dapat merasakan hadirnya pemerintah dan persoalan yang mereka hadapi masyarakat dapat terselesaikan. Selain itu birokrasi gercep hanya akan dapat terwujud melalui kolaborasi.Hal ini disampaikan Wali Kota Medan Bobby Nasution saat menjadi narasumber dalam Dialog Publik bertemakan “Birokrasi Gercep dan Transparan Kunci Membangun Daerah” yang digagas organisasi Sumatera Utara Berkibar (SUAR) Sumut di Le Polonia Hotel Medan, Jum’at (10/6/2022). Sebelum dialog, acara diawali dengan Deklarasi sekaligus pengukuhan kepengurusan SUAR Sumut terlebih dahulu.

“Kolaborasi tetap menjadi kunci. Birokrasi gercep itu dimulai dari dalam, dari aparaturnya. Artinya, pemerintah melalui aparatur harus membuka ruang selebar-lebarnya bagi masyarakat untuk menyampaikan dan melaporkan apa yang menjadi keluhan, kendala dan permasalahan mereka,” kata Bobby Nasution.Menantu Presiden RI Joko Widodo tersebut menuturkan, keterbukaan atau transparansi dalam pemerintahan harus dikedepankan. Sebab, kebijakan yang diambil pemerintah diputuskan dan berangkat dari persoalan masyarakat di lapangan..

Gbr. Berkolaborasi bersama Wali Kota Bobby Nasution dalam mewujudkan birokrasi gerak cepat (gercep).

Seperti misalnya, beberapa waktu lalu bahkan sampai sekarang, banyak masyarakat menyampaikan kondisi infrastruktur di wilayah tempat tinggal mereka yang sebenarnya bukan menjadi wewenang Pemko Medan. Namun, sebagai bentuk kehadiran kami (Pemko Medan), kami berupaya dalam penyelesaiannya dengan koordinasi bersama unsur terkait,” ungkapnya.Menjawab pertanyaan yang diajukan padanya terkait layanan kesehatan yang diberikan di Kota Medan, Bobby Nasution menjelaskan bahwa saat ini Pemko Medan terus berupaya memberikan kemudahan masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan. Hal ini, sambung Bobby, diwujudkan melalui program Universal Health Coverage (UHC).

“Kita ingin, sebelum 2024, masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan layanan kesehatan hanya dengan menggunakan KTP saja. Mudah-mudahan, masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” ujarnya seraya berharap SUAR Sumut dapat ikut serta berkontribusi mendukung terwujudnya program Pemko Medan.Sementara itu, Fajar Siddik selaku Majelis Pendiri SUAR Sumut mengungkapkan alasan yang mendasari dibentuknya SUAR Sumut tersebut. Yang pertama, bilang Fajar, karena melihat semangat kebersamaan anak-anak muda saat ini.” Ungkapnya

“Sebab, semangat yang menggelora dalam diri kaum muda bisa membawa pada sebuah perubahan.“Kalau anak muda bersatu dan berkolaborasi untuk menghasilkan sesuatu yang baik, maka itu yang ingin kita wujudkan. Jadi, semangat dalam diri kaum muda haruslah digunakan untuk mewujudkan hal-hal yang baik, termasuk berkontribusi dalam kemajuan daerahnya,” jelas Fajar. (Dodi)