banner 728x90

Kesal, Laporan Korban Penganiayaan Ke Polsek Pulau Raja Jalan Ditempat

Asahan, Metro24sumut.com| Sudah hampir sebulan terduga pelaku tindak pidana penganiayaan, Jumanto (57) masih berkeliaran bebas seolah tak tersentuh hukum di Polsek Pulau Raja. Terduga pelaku ini pun yang sudah berstatus terlapor di Mapolsek Pulau Raja disebut-sebut semakin leluasa berprilaku arogan kepada ibu korban Armi Syahputra (25), Sulasmi (44) di tempat kerjanya di jalan lintas Sumatera Utara, Aekkanopan Labuhanbatu Utara, seakan menunjukkan dirinya kebal hukum.

Informasi yang diperoleh wartawan dari korban, Armi Syahputra, Jumanto, kerap mendatangi lokasi usaha ibunya dalam keadaan mabuk dengan berprilaku tidak menyenangkan sembari mengeluarkan perkataan yang menjengkelkan terhadapnya dan ibunya.

“Kayak manalah begini bang. Nyata kita sudah dipukuli sama dia (Jumanto) tapi sampai sekarang, dia masih bebas berkeliaran dan datang ketempat kerja mamak ngoceh-ngoceh gitu, karena saya sama mamak melaporkan dia ke Polisi.” kata Armi, Kamis (23/6/2022)

Armi Syahputra, melanjutkan, sudah hampir satu bulan laporannya ke Mapolsek Pulau Raja, terlapor belum juga mendapatkan tindakan tegas dari aparat Polsek Pulau Raja. Jangankan ditindak, kabarnya terlapor belum juga dipanggil pihak Kepolisian, malah Armi sebagai pelapor yang bolak-balik dipanggil kekantor polisi dimintai keterangan sampai sekarang.

Gbr. Pelapor Armi Syahputra, Usai Melapor Ke Polsek Pulo Raja.

“Heran saya bang. Kenapa kita yang melapor ke Polisi, kita yang capek bolak balik dipanggil dan terus dipanggil, kita sampai kadang kesal begini bang. Sedangkan dia (Jumanto-red) sebagai terduga pelaku penganiayaan terhadap saya, dengan santainya berkeliaran ngoceh sana-sini seakan tak bersalah begitu bang,” jelasnya.

Sanada dengan Armi, Ibunya menceritakan tingkah laku yang diperbuat Jumanto kepada dirinya setelah mereka melaporkan perbuatan penganiayaan itu, Sabtu 29 Mei 2022 ke Mapolsek Pulau Raja. Pelaku penganiayaan, Jumanto (57) selalu membuat onar dan kerap mengeluarkan kata-kata yang kurang baik padanya.

“Begini ya pak. Setelah kemarin dilaporkan itu, dia (Jumanto) sempat datang kewarungku ini ngomong-ngomong entah apa-apa malulah awak pada pengunjung yang banyak. Pokoknya dia kayak kesal gitulah sama saya. Gak taulah jelas dia ngomongnya apa gitu, ngeselinlah pokoknya. karena dia datang kemari itu, selalu dalam keadaan mabuk.” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPD LSM LPPN, Bangkit Hasibuan, yang dikenal cukup vokal ini, menghimbau Kapolsek Pulau Raja untuk segera menangkap terduga pelaku penganiayaan, Jumanto. Selain telah dilaporkan melakukan tindak pidana penganiayaan, Jumanto juga kerap membuat rasa tidak aman kepada terlapor dan keluarganya.

“Kalau saya melihat terkait laporan masalah penganiyaan ini, seharusnya terduga pelaku sudah bisa ditangkap, melihat lamanya waktu laporan ini masuk di Mapolsek Pulau Raja. Tapi, sampai sekarang mengapa belum ada tindakan kearah sana, asik-asik pelapornya saja yang dipanggil-panggil terus ke Mapolsek Pulau Raja,” kesal Bangkit.

Ada kesan, sambung Bangkit, pihak Polsek Pulau Raja sedang mengulur-ulur waktu memproses laporan masyarakat yang jelas-jelas sudah merasa tidak aman atas perilaku oknum terduga penganiaya itu, sampai-sampai terduga pelaku dengan santainya bisa berkeliaran seakan tak tersentuh hukum.

“Kalau Kapolsek Pulau Raja, belum bisa menangkap pelaku terduga tindak pidana penganiayaan ini, sudah selayaknya Kapolsek Pulau Raja dicopot dan digantikan dengan sosok yang lebih berkompeten, karena saya nilai Kapolsek Pulau Raja tidak bisa lagi menciptakan rasa aman bagi masyarakat di wilayah hukumnya.

Ditambah lagi, jelas Bangkit, kuat dugaan jika Kapolsek Pulau Raja juga tidak profesional dalam menjalankan tugas dan fungsinya menangani laporan masyarakat yang sudah jelas ada LP, visum, dan saksi, bahkan proses hukumnya sudah masuk pada tahap penyidikan, namun Kapolsek belum juga bisa memberikan kepastian hukum kepada pelapor selaku masyarakat yang teraniaya.

Untuk itu, Bangkit berharap Kapolres Asahan segera menindak bawahannya tersebut agar tidak mencoreng nama baik institusi Kepolisian di Republik ini, sekaligus mengambil alih laporan masyarakat yang sudah tidak aman itu untuk segera diproses secepatnya dan memberikan rasa aman sekaligus keadilan atas perbuatan penganiayaan yang diduga telah dilakukan oleh terlapor, Jumanto. (mtr24su/tt)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif