banner 728x90

Menteri PPPA Buka Forum Nasional Perlindungan Anak Ke-V Di Medan, Wujudkan Desa Ramah Anak serta Destinasi Wisata Bebas Eksploitasi

Medan, metro24sumut.com | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati membuka acara Forum Nasional Perlindungan Anak ke V di Hotel Madani Medan, Kamis, (08/09/2022).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak beserta staf, anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi Gerindra, Husni SE, MM, mewakili Pangdam I/BB, Gubsu diwakili Kadis PPA, Rahudman Harahap, dan hadir juga ratusan anak-anak dari Pendidikan Anak Usia Dini dan SD.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumut, Munirruddin Ritonga, SH mengatakan Forum Nasional Perlindungan Anak ke -V kali ini mengusung thema “Mewujudkan Desa dan Pariwisata Ramah Anak dan Bebas Ekploitasi” dan dihadiri kurang lebih 285 perwakilan Lembaga Perlindungan Anak Provinsi dan Kab/Kota se Indonesia

“Forum Nasional ini dilaksanakan oleh Lembaga Perlindungan Anak Sumatera Utara sekaligus sebagai tuan rumah” ungkap Munir.

Dalam kesempatan itu, Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati menegaskan bahwa anak-anak harus dilindungi oleh semua pihak.

“Jangan ada lagi anak-anak korban kekerasan seksual maupun pisik dan psikis.” ujarnya.

I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyoroti posisi perempuan dan anak yang masih rentan mengalami diskriminasi. Selain itu, ia juga mengungkapkan, perempuan dan anak hingga saat ini masih belum menjadi prioritas di dalam pembangunan.

Dikatakannya, hal itu terlihat dari beragam indeks dan data serta masih maraknya beragam isu, mulai dari kekerasan seksual hingga perkawinan anak terjadi di Indonesia.

“Jadi mari kita bersama-sama menuntaskan permasalahan perempuan dan anak dengan melakukan sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak.” Imbuhnya.

Sementara, Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan, masih banyak anak-anak mengalami kekerasan dan pelecehan seksual, dengan ini LPA berkomitmen untuk memutuskan mata rantai kekerasan terhadap anak-anak dan perempuan Indonesia.

Arist merdeka mengharapkan anak – anak Indonesia yang memang harus tumbuh kembang sehat untuk masa depan bangsa dan negara Indonesia.

Lebih lanjut Arist mengatakan, bahwa dirinya sangat senang setelah mendapatkan Yurisprudensi tentang kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Malang dengan vonis hukuman 10 tahun penjara.

Kemudian, Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Forum Nasional Perlindungan Anak ke V tersebut.

“Berbagai persoalan permasalahan anak Indonesia khususnya yang ada di Sumatera Utara kerap terjadi. Kita sepatutnya memberikan perlindungan dan hak anak karena sejatinya hal itu merupakan tanggungjawab dan kewajiban kita”, ujar Panca

Himbaunya, dukungan penangan perkara percayakan penanganan kasus-kasus anak ini kepada kepolisian.

“Polda Sumut akan berupaya semaksimal mungkin dalam memberikan penegakan hukum agar kasus-kasus yang telah terjadi tidak terulang kembali”, pungkas Panca.(Ari)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif